(Taiwan, ROC) – Senin ini (18/1) saat menerima utusan khusus mantan Wakil Menlu AS William Burns, Presiden Ma Ying-jeou (馬英九) menyampaikan, Sabtu pekan lalu Taiwan telah melangsungkan pemilihan umum dan telah berjalan dengan damai, ini membuktikan bahwa demokrasi Taiwan yang stabil dan mengukuhkan tatanan konstitusional Republik Tiongkok. Setelah hasil pemilu keluar, presiden segera menyampaikan ucapan selamat kepada ketua partai DPP lewat telepon serta berharap pemerintah yang baru dapat terus mempertahankan laut Taiwan yang saat ini damai dan makmur.
Lewat teleponnya kepada Tsai Ying-wen, presiden menyampaikan, dikarenakan di kursi legislatif DPP mendapatkan posisi lebih dari setengah, sehingga guna stabiliasi politik, keserasian sosial dan menghindari terjadi jeda dan masa kosong kepemerintahan, maka setelah berpikir matang, mengharapkan dapat menunjuk Perdana Menteri baru yang didukung oleh publik, ia meminta kepada Tsai Ying-wen mendahulukan kepentingan negara untuk bermusyawarah di Istana Presiden. Namun Tsai berpendapat bahwa dibawah konstitusi yang berlaku saat ini, tidak dimungkinkan membentuk kabinet koalisi.
Presiden menyampaikan harapannya agar Tsai Ying-wen dapat mempertimbangkan baik-baik, karena sebelum ada hasilnya ia tidak akan mengijinkan Perdana Menteri mengundurkan diri.
Presdien mengatakan : Karena Ketua Tsai beberapa saat yang lalu kembali menegaskan agar semua pihak menghormati suara rakyat yang baru, anggota Yuan di tingkat Legislatif terbanyak mewakili suara rakyat yang baru. Saat ini Perdana Menteri sedang mempersiapkan rapat kabinet sore ini untuk membahas pengunduran diri masal, namun saya masih tetap berharap Ketua Tsai dapat mempertimbangkannya kembali, sampai belum ada hasilnya, saya tidak akan menginjinkan PM Mao melakukan pengunduran diri masal.
Beliau juga menuturkan bahwa dalam ucapan selamat dari Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat di tanggal 16 juga mengharapkan pemerintah Ma dan yang baru dapat menjalin kerjasama yang sifatnya membangun, guna memastikan pengalihan kepemerintahan dapat berjalan dengan lancar. Presiden juga berpendapat, harapan AS pasca pemilu soal stabiliasi politik dengan saran yang sifatnya membangun ini adalah searah, karena dengan adanya dukungan dari suara rakyat yang baru, maka kabinet dan pengalihan kepemerintahan baru dapat berjalan dengan lancar.
Selain itu, presiden juga menyinggung tentang hubungan Taiwan-AS yang stabil, AS juga apresiasi dengan perkembangan hubugan antar selat, sehingga AS tidak perlu dihadapi dengan kesulitan memilih posisi, presiden juga berharap setelah turun dari jabatannya, siklus yang baik ini dapat berkelanjutan.