Sastrawan Taiwan, Chou Meng-tieh pada tanggal 1 Mei 2014 tutup usian, kementerian kebudayaan pada hari ini(13) mengadakan upacara duka cita secara sederhana, lebih dari ratusan sastrawan ikut menghadiri upacara tersebut dan memberikan bunga sebagai cara mengenang arwahnya. Presiden Ma Ying-jeou secara khusus pada sambutannya memberikan pujian, mengapresiasi Chou Meng-tieh atas karya sastranya.
Upacara perpisahan dengan sastrawan Chou Meng-tieh berlangsung pada tanggal 13 pagi hari di kota Taipei, para sastrawan ternama seperti Hsiang Ming(向明)、Tseng Chin-feng(曾進豐)、Ya Hsien(瘂弦) serta ratusan sastrawan lainnya ikut menghadiri, setiap orang membawa bunga krisan putih memberikan tanda hormat kepada Chou Meng-tieh. Presiden Ma secara khusus memberikan pujian dan mengatakan, Chou Meng-tieh mencerminkan seni budaya timur, memberikan Taiwan sejarah budaya legendaris.
Saat memberikan sambutan kementerian kebudayaan, Lung Ying-tai mengatakan, mengenang masa lalu, ia sangat terkesan dengan sastrawan Chou Meng-tieh, Lung Ying-tai menambahkan jika tidak ada puisi, Chou Meng-tieh hanya seorang pensiunan militer awam, pedagang kaki lima di emperan toko, semasa hidupnya menyendiri penuh dengan hidup duka; karena dengan tulisannya yang tertuang dalam puisi, Chou Meng-tieh bangkit dengan karakter yang berbeda, ia menyadari dan hidupnya dipenuhi dengan seni. Lung Ying-tai mengatakan: “hasil karyanya, karakternya, dengan kegigihan dan sikap tulus seolah-olah mencerminkan kebanggaan Taiwan bagaikan bendera bangsa, namun ini merupakan bendera negara yang melukiskan estetika, dengan jiwa yang dalam nan murni.”
Shiang Ming menjalin persahabatan dengan Chou meng-tieh selama 60 tahun, ditangannya masih mengenggam tulisan dipersembahkan kepada Chou Meng-tieh berjudul “matamu”. Ia mengatakan, Chou Meng-tieh walaupun hidup penuh duka, namun banyak dikarunia bakat, termasuk penglihatannya, hingga di usia 90 tahun memiliki mata yang sehat tanpa kacamata, sepasang mata yang berkesan hidup semangat, Chou Meng-tieh dengan kekuatan sikap yang benar-benar membuat masyarakat memberikan rasa salut dan menghormatinya sebagai sastrawan.
Penulis Chang Show Foong(張曉風) mengatakan, Chou Meng-tieh tidak hanya seorang penyair, dirinya bagaikan sebuah puisi yang menyendiri.
Chou Meng-tieh tutup usia di usia 94 tahun dengan kehidupan sederhana dan menyendiri, Ia juga pernah melukiskan dirinya bagaikan kupu-kupu yang berteman dengan bayangan. Dalam upacara perpisahan tersebut secara sederhana menata ruangan dengan meja, foto hitam putih Chou Meng-tieh, dan alat tulis sastranya yang menggambarkan kehidupannya. Jenazah Chou Meng-tieh akan dikremasi dan abu jenazah disimpan di rumah abu kuil Zhenglu Shulin kota Taipei Baru.