(Taiwan, ROC) – Hasil pemilu Pilpres dan Pileg 2016 sudah hampir dipastikan, Sabtu ini (16/1) Perdana Menteri Mao Chi-kuo (毛治國) menyampaikan, rakyat sudah mengambil keputusan, kursi terbanyak di Yuan Legislatif juga sudah keluar, karena pergantian partai berkuasa, maka Yuan Eksekutif tidak akan dapat mengambil keputusan yang besar, hal ini akan mempengaruhi perkembangan negara, oleh karena itu ia telah mengajukan pengunduran diri kepada Presiden Ma Ying-jeou (馬英九) dan menolak untuk tetap pada posisi itu.
Perdana Menteri Mao menyampaikan, mulai dari sekarang hingga presiden yang baru menjabat pada tanggal 20 Mei mendatang selama 4 bulan ini adalah masa transisi, untuk menghindari masa-masa kritis yang disebabkan oleh situasi ekonomi saat ini, karena negara kita dihadapi oleh pergantian partai, sehingga sulit bagi Yuan Eksekutif mengambil keputusan penting, sehingga dapat mempengaruhi perkembangan negara dan kesejahteraan nasional, oleh karena itu ia telah mengajukan pengunduran diri kepada presiden dan menolak untuk tinggal, sesuai dengan kebiasaan kepemerintahan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya menyelesaikan prosedur pengunduran total.
Ia juga menyampaikan, dua tahun yang lalu ia menerima tugas sebagai perdana menteri, menghadapi kondisi politik dan ekonomi yang ruwet di dalam dan luar negeri, selama 1 tahun ini bersama-sama dengan kabinet membangun landasan yang baik untuk transformasi ekonomi Taiwan dan sosial. Saat ini pileg sudah selesai, kursi terbanyak juga sudah lahir, berdasarkan semangat demokrasi dan tanggung jawab politik, lahirlah pilihan yang terbaik dan yang sudah seharusnya ada, sehingga dapat menggunakan kesempatan ini, membangun kebiasaan kabinet yang beranggotakan dari partai berkuasa, hanya dengan demikian, keuntungan yang dapat dinikmati oleh negara dan demokrasi.