(Taiwan-ROC) Pesta demokrasi pemilu presiden Taiwan memasuki hitungan kurang dari 24 jam lagi, Presiden ROC, Ma Ying-jeou, hari Jumat (15/1) dalam video di facebook nya mencari dukungan bagi kandidat calon presiden dari partai Kuo Min Tang (KMT) Eric Chu. Presiden menyampaikan, selama 8 tahun ini beliau selalu demi kemakmuran dan keadilan Taiwan, perdamaian antar selat Taiwan dan kebijakan dengan target persahabatan internasional, setiap hari sepenuhnya berjuang keras melakukan yang terbaik. Presiden menegaskan, meskipun arahan kebijakan pemerintah benar, tetapi masih ada kebijakan yang harus menunggu waktu yang tepat dan cara yang dipakai masih belum sempurna sehingga mendapatkan kritikan, beliau bersedia menanggung tanggung jawab ini, dan menjadikan sebagai bahan refleksi. Presiden menegaskan, apabila Eric Chu terpilih sebagai presiden, yang dikerjakan pasti akan lebih baik dari dia.
Presiden Ma mengatakan, “Saya yakin apabila besok kandidat calon presiden dari partai Kuo Min Tang, Eric Chu terpilih sebagai presiden, pada dasarnya pasti akan meneruskan dasar arahan kebijakan yang tepat, dan ia pasti akan mengambil pelajaran dari bagian kurang begitu baik yang saya kerjakan, agar dapat melakukan yang lebih baik dari saya, demi Taiwan dan masa depan yang lebih baik bagi generasi berikutnya.”
Presiden menegaskan, sekarang ini merupakan masa yang paling sulit bagi KMT, ia memohon pada para pedukungnya untuk bersatu mendukung partai KMT.
Hari Jumat (15/1) merupakan hari terakhir menjelang pemilu presiden dan legislator, instansi keamanan nasioanl lebih memperketat penjagaan keamanan para kandidat calon presiden, dan menyarankan para kandidat untuk mengenakan jaket anti peluru. Demi pertimbangan keamanan kandidat calon presiden yang diunggulkan dari Partai Progresif Demokrat (DPP), Tsai Ing-wen, merubah route kampanyenya, membatalkan kunjungan ke pasar-pasar besar, Tsai juga mengenakan jaket anti peluru.
Kandidat calon presiden partai KMT, Eric Chu, tanggal 14 Januari malam dalam acara malam kampanye di Kaohsiung tetap melakukan kunjungan ke pasar, bahkan pagi hari ini (15/1) mengemukakan, ia yakin dengan keamanan dan demokrasi Taiwan, untuk itu tidak bermaksud mengenakan jaket anti peluru.
Eric Chu mengatakan, “Saya yakin dengan keamanan dan demokrasi Taiwan, untuk itu tidak mempertimbangkan mengenakan jaket anti peluru, saya tidak ada rencana itu.”
Laporan media menyampaikan, menghadapi kemungkinan perubahan partai politik setelah pemilu, wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken akan melakukan pertemuan dengan ketua kantor urusan Taiwan, Chang Tze-jun di Beijing, sedangkan mantan wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, William Burns juga akan melakukan kunjungan ke Taiwan untuk bertemu dengan Presiden ROC, Ma Ying-jeou dan presiden terpilih baru untuk menyampaikan informasi dari pihak AS.
Terkait hal ini, Eric Chu menyampaikan, Amerika Serikat, Daratan Tiongkok dan dunia semua berharap perdamaian dan kestabilan hubungan antar selat Taiwan, apabila ia terpilih sebagai presiden, akan membuat dunia lega, untuk itu ia menghimbau rakyat Taiwan dengan rasional memberikan hak pilihnya.