History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden Ma: Negara Ramah Lingkungan Swedia Tidak Hentikan PLTN

  • 15 January, 2016
  • Editor
Presiden Ma: Negara Ramah Lingkungan Swedia Tidak Hentikan PLTN
Presiden Ma Ying-jeou menerima kunjungan ketua ikatan senator Swedia

(Taiwan, ROC) – Presiden Ma Ying-jeou pada hari Kamis tanggal 14 Januari menerima kunjungan ketua ikatan senator Swedia, Caroline Szyber di Istana Kepresidenan. Dalam kata sambutannya, Presiden Ma menyampaikan pandangannya terhadap program kerja yang dilakukan oleh pemerintah Swedia berkenaan dengan masalah penggunaan nuklir sebagai salah satu sumber energi di negara yang bersangkutan. Presiden Ma menganggap bahwa Swedia adalah negara yang dikenal sebagi negara yang ramah lingkungan, namun tetap tidak melepaskan kemungkinan penggunaan nuklir dalam pengadaan sumber energi di negara tersebut.

        Republik Tiongkok adalah mitra kerjasama bidang ekonomi urutan ke 7 terbesar di kawasan Asia bagi Swedia, sementara Swedia sendiri berada di urutan ke 8 mitra kerjasama ekonomi terbesar di kawasan Uni Eropa. Selain itu Swedia adalah negara yang pertama kali menandatangani hubungan kesekapatan pengurangan pajak ganda dengan Taiwan. Presiden Ma berharap Swedia dapat memberikan bantuan bagi Taiwan agar dapat juga menjalin serta menandatangani kesepakatan hubungan kerjasama dengan Uni Eropa.

        Dalam pemikiran awal Presiden Ma juga menyebutkan sekalipun Swedia sempat menyerukan akan menghentikan program PLTN nya, namun setelah memasuki tahapan komunikasi dan perundingan dengan berbagai pihak di dalam negeri, selanjutnya program PLTN tetap dilanjutkan kembali fungsinya.

Presiden Ma mengatakan, “Negara maju yang ramah lingkungan seperti negara Anda, pembangkit listrik tenaga air juga turut memberikan fungsi pendaur-ulangan, namun tetap tidak meniadakan pembangkit listrik tenaga nuklir, ini tentu memiliki makna yang sangat berarti. Dengan kata lain, Anda menggunakan cara pikir yang rasional dalam menghadapi berbagai sumber energi, dan memadukan sumber energi lain dengan komposisi yang baik.”

Taiwan saat ini telah menjalin hubungan kerjasama dalam bidang program wisata sambal bekerja dengan 9 negara di kawasan Uni Eropa. Presiden Ma berharap, Swedia juga dapat menjadi salah satu negara yang memberikan kesempatan bagi masyarakat Taiwan untuk melakukan program serupa.

Komentar

Terbarumore