(Taiwan, ROC) – Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) Republik Tiongkok tinggal 3 hari lagi, dalam kesempatannya 4 mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat secara terbuka menyampaikan, hubungan antar selat dalam beberapa tahun ini berkembang cukup baik, tidak menimbulkan kekhawatiran pihak lain, diharapkan setelah pemilu ini, pemerintah yang baru dapat menghargai hasil yang sudah ada saat ini, untuk menghindari AS terjepit dalam kondisi mengirim tentara untuk menjaga Taiwan atau tidak.
Dalam wawancara Rabu ini (13/1) kandidat dari partai KMT menyampaikan, dalam 8 tahun terakhir ini pemerintah berusaha mengembangkan hubungan antar selat yang damai, selain telah tercipta perdamaian yang stabil, juga telah menjadi kekuatan stabil yang sangat kuat bagi dunia internasional, namun kandidat dari partai DPP Tsai Ying-wen sampai saat ini tidak menyampaikan visi dan misi hubungan antar selat dengan jelas, sehingga telah menimbulkan kekhawatiran di dalam dan luar negeri.
Erick Chu menyampaikan : Berkat jerih payah selama 8 tahun ini hubungan antar selat selain telah menjadi batu landasan perdamaian yang kuat antara Taiwan dengan Daratan Tiongkok, juga menjadi kekuatan penting bagi stabiliasi perdamaian dunia, semua orang sangat perhatian, juga dapat kita lihat bahwa sampai saat ini ketua partai Tsai sampai saat ini tidak menjelaskan, menyampaikannya, ini telah menimbulkan kekhawatiran bagi dunia termasuk sahabat kita Amerika.
Ia menegaskan, hubungan antar selat tidak hanya menyangkut soal perdamaian, juga berpengaruh kepada stabilisasi nasional, perkembangan ekonomi, juga berhubungan erat dengan keikutsertaan Taiwan dalam organisasi internasional.
Selain itu dalam jumpa pers Dirjen Komite Budaya dan Komunikasi partai KMT Lee Ming-hsien (李明賢) mengkritik bahwa di dalam hati kandidat Tsai Ying-wen tidak ada Republik Tiongkok, dalam 20 kali kegiatan terbuka tahun ini hampir tidak pernah menggunakan “negara ini” menyebut Republik Tiongkok. KMT mempertanyakan isi hati Tsai tidak ada Republik Tiongkok, ini artinya ikut dalam pilpres negara mana.
Lee menyampaikan, saat Tsai menghadiri upacara tahun baru di Taoyuan selain tidak bersedia memegang bendera bahkan dalam brosur kampanye terpampang, bendera diselipkan dibawah ketiak. Ia mempertanyakan di mulut cinta Taiwan dan Republik Tiongko tapi tidak bersedia melambaikan bendera negara.
Ia mengkritik, Tsai Ying-wen juga pernah mengatakan “Republik Tiongkok adalah pemerintah yang kabur” , dengan sikap seperti ini bagaimana bisa menjaga negara Republik Tiongkok.