History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Tsai Ing-wen : Jadikan Fenggan Kampung Halaman Presiden

  • 09 January, 2016
  • Editor
Tsai Ing-wen : Jadikan Fenggan Kampung Halaman Presiden
Tsai : Jadikan Fenggan Kampung Halaman Presiden

(Taiwan-ROC) – Calon presiden partai DPP, Tsai Ing-wen, hari ini (9/1) memulai pawai kampanyenya ke seluruh Taiwan dimulai dari Pingtung. Stasiun pertamannya dimulai dari kampung halamannya di Fenggang, Pingtung. Tsai Ing-wen menyampaikan kepada para pendukungnya, semoga Fenggang dapat memberikan nilai terbaik dalam pemilu dan menjadikan Fenggang menjadi kampung halaman Presiden.

Pemilihan umum presiden 2016 telah memasukki pekan emas. Dikarenakan partai KMT mengadakan pawai besar di kota Taipei, calon presiden partai DPP, Tsai Ing-wen memulainya dari selatan bergerak ke arah utara yang direncanakan dalam 7 hari menyapu seluruh Taiwan.

Tsai Ing-wen yang memulai langkahnya dari kampung halaman di Fenggang, menyempatkan diri untuk bersembahyang di pusat kuil setempat “kuil Delong” (德隆宮) dan berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Tsai Ing-wen mengatakan, perjalana pada pemilu presiden 2012, dimulai dari Fenggan, begitu juga dengan pemilu presiden 2016, pawai kampanye pekan emas dimulai dari kampung halaman di Fenggang. Dalam kesempatan ini, dia dengan ramah menyampaikan, semoga pada pendukung dapat merubah Fenggang menjadi kampung halaman presiden. Tsai Ing-wen mengatakan, “Target kita berikutnya adalah Fenggang kita. Fangshan jadi pembuka suara terindah seluruh Taiwan. Ini adalah kampung halaman saya, jadi setelah tanggal 16 Januari menjadi kampung halaman presiden. Kita harus berusaha menjadi suara terbanyak dari seluruh Taiwan, Fenggang jangan biarkan saya kebocoran yah.”

Tidak lupa dengan 3 calon legislatif dari masyarakat, Tsai Ing-wen ikut mengajak mereka untuk naik ke atas panggung serta menyerukan agar dapat bersama-sama menyongsong ketiga calon menjadi anggota legislatif.

Dikarenakan jalan yang sempit disekitar kuil, ditambah para pendukung terus berdatangan, sehingga ada yang berdempetan menyaksikan dari jendela, ada yang duduk diatas tembok pembatas, yang menunjukkan keramaian dari sebuah desa yang kecil.

Komentar

Terbarumore