(Taiwan, ROC) - Sejak tahun 2008 hingga saat ini, Presiden Ma Ying-jeou menjabat sebagai presiden telah genap berusia 6 tahun. Pada hari Senin tanggal 12 Mei, saat beliau menerima kunjungan dari Taiwan Benevolent Association of America atau TBAA, Ma mengatakan bahwa pemerintah telah menghabiskan banyak waktu dalam membina hubungan yang baik dan damai antar selat dan juga dengan dunia internasional. Sehingga setiap instansi terkait dapat menjalankan tugasnya dengan lancar dan baik. Presiden Ma menegaskan bahwa dalam masa pemerintahannya selama 6 tahun terakhir, ia juga tetap mempertahankan status quo dalam hubungan antar selat, karena jika salah satu pihak melakukan perubahan, maka akan menghadapi berbagai kendala dan kesulitan yang dapat mengakibatkan kerugian yang tidak dapat dipikul oleh siapapun.
Berkenaan dengan hubungan antar selat, Presiden Ma Ying-jeou pada tanggal 12 Mei menyebutkan bahwa di bawah kerangka Undang-Undang Dasar Republik Tiongkok, tidak akan mengumumkan kemerdekaan, pembersatuan dan juga perang dengan pihak Daratan Tiongkok. Bahkan tetap akan berlandaskan Konsensus 92, dimana masing-masing pihak memiliki prisip Satu Tiongkok yang sesuai dengan pandangannya masing-masing, melanjutkan pembangunan yang damai, menjalin hubungan dalam bidang ekonomi, perdagangan, budaya dan pendidikan yang lebih baik lagi.
Presiden Ma menegaskan, mempertahankan status quo seperti yang ada saat ini akan memberikan pengaruh yang baik bagi masing-masing pihak, dan jika salah satu pihak melakukan pelanggaran, maka akan menanggung semua tanggung jawab yang sangat mahal nilainya. Presiden Ma mengatakan, “Melalui jalinan hubungan seperti demikian, kedua belah pihak dapat merasakan, bahwa mempertahankan status quo memberikan pengaruh yang baik dalam jalinan hubungan yang damai dan sejahtera. Jika salah satu pihak berusaha melakukan perubahan, dengan cara yang tidak damai, maka akan menemukan kendala yang besar dan harus bertanggung jawab terhadap semua hal besar yang akan terjadi.”
Sehubungan dengan perjanjian dagang dan jasa antar selat, Presiden Ma menyampaikan bahwa Daratan Tiongkok adalah pasangan dagang terbesar kedua bagi Taiwan, sehingga perjanjian dagang dan jasa tersebut sangat penting artinya bagi Taiwan. Hal tersebut juga diutarakan oleh pihak Singapura dan juga Amerika Serikat.
Dalam hubungan dunia internasional, Presiden Ma menjelaskan bahwa tahun ini adalah tahun yang ke enam bagi Taiwan untuk turut hadir sebagai pengamat dalam kegiatan rapat WHA dengan nama Chinese Taipei. Walau demikian, pihak Taiwan juga tidak mengalami kesulitan dalam rapat tersebut, bahkan lebih mempererat hubungan Taiwan dengan berbagai negara peserta lainnya.