(Taiwan, ROC) - Sehubungan dengan perseturuan masalah pembangunan PLTN no 4, Presiden Ma Ying-jeou pada hari Senin tanggal 12 Mei menyampaikan bahwa pemerintah sebelum melaksanakan referendum akan berusaha memberikan informasi yang selengkapnya kepada seluruh masyarakat Taiwan mengenai keadaan krisis energi yang tengah dihadapi oleh Taiwan, di samping masalah pembangunan PLTN no 4 tersebut. Presiden Ma menegaskan bahwa Taiwan saat ini terus mengandalkan impor bahan bakar untuk energi yang dibutuhkan. Sehingga bagaimana cara yang tepat untuk menggabungkan berbagai sumber energi yang ada agar dapat mencukupi semua kebutuhan menjadi hal yang sangat penting. Pemerintah berharap melalui rapat energi nasional, maka dapat juga dibahas mengenai cara penyelesaikan terhadap masalah krisis energi yang tengah dihadapi oleh Taiwan.
Presiden Ma Ying-jeou pada hari Senin tanggal 12 Mei saat menerima kunjungan Taiwan Benevolent Association of America atau TBAA, juga membahas mengenai masalah pembangunan PLTN no 4. Presiden Ma menyampaikan bahwa pemerintah telah memutuskan untuk menghentikan sementara pelaksanaan pembangunan PLTN tersebut, tetapi tidak berarti menghentikan PLTN tersebut. Usai lolos penyelidikan terhadap keamanan PLTN, baru akan dilaksanakan referendum. Dalam waktu yang bersamaan, pemerintah juga akan berusaha untuk memberikan informasi yang selengkapnya kepada masyarakat perihal masalah PLTN no 4 tersebut, agar masyarakat dapat mengerti permasalahan yang sebenarnya.
Presiden Ma mengatakan bahwa pemerintah tengah mempersiapkan rapat energi tingkat nasional guna membahas masalah penghentian pembangunan PLTN no 4 dan juga kebutuhan listrik yang diperlukan saat ini. Karena hal ini menyangkut masalah kehidupan seluruh masyarakat Taiwan, dan juga harus memberikan kesempatan bagi generasi yang akan datang untuk bisa memiliki hak untuk memilih. Presiden Ma mengatakan, “Jika didiskusikan, saat ini biaya listrik yang ada di Taiwan adalah yang termurah dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia. Tetapi masih seberapa banyak jumlah modal yang kita miliki untuk dapat terus mempertahankan kondisi seperti yang ada saat ini. Ini adalah hal yang harus diketahui oleh seluruh masyarakat, sehingga bukan hanya masalah pemerintah atau masyarakat yang hidup di era saat ini, tetapi juga akan berpengaruh dengan generasi yang akan datang.”
Presiden menjelaskan saat dirinya mengikuti pemilu untuk menjabat sebagai Presiden yang kedua kalinya dua tahun silam, sempat menyebutkan untuk tidak melakukan pembatasan penggunaan listrik dan menetapkan kondisi biaya listrik yang sewajarnya, berusaha mengurangi karbondioksida seperti yang dicanangkan oleh dunia internasional, barulah memutuskan untuk menjamin keamanan PLTN, pembangunan PLTN yang stabil dan menciptakan lingkungan yang bagi semua masyarakat. Presiden menegaskan, hanya dengan cara inilah baru dapat menyelesaikan permasalahan ketergantungan bahan bakar import yang telah mencapai 98% seperti yang ada saat ini.