(RTI/ANTARA) - Kementerian Tenaga Kerja akan mengambil alih Balai Latihan Kerja (BLK) milik Badan Pengusahaan Kawasan Batam untuk dimanfaatkan sebagai pusat pelatihan pekerja menghadapi persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN.
Sekjen Kemenaker Abdul Wahab Bangkona mengatakan sayang bila BLK tidak difungsikan, padahal pekerja sangat membutuhkan pusat-pusat pelatihan untuk meningkatkan keahlian.
Abdul Wahab menjamin, bila BLK itu dikelola oleh Kementerian, maka bisa segera difungsikan. Ia berharap BP Kawasan tidak keberatan menghibahkan BLK ke kementerian, agar bisa dimanfaatkan seluasnya bagi peningkatan kapasitas pekerja.
Pemerintah pusat sangat memperhatikan pengembangan Sumber Daya Manusia, terutama di perbatasan karena berhadapan langsung dengan negara tetangga menghadapi MEA.
Selain BLK, pemerintah juga akan mengoptimalkan pendidikan dan pelatihan di perbatasan, mulai dari TK hingga SMA, politeknik hingga universitas.
BLK akan didorong bekerja sama dengan sekolah formal seperti SMK dan politeknik, sehingga ilmu yang dipelajari di SMK dan politeknik sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja.
Karena, menurut dia, BLK yang lebih tahu apa kebutuhan industri, sehingga ilmunya perlu ditularkan di SMK dan politeknik, agar lulusannya siap pakai.
Pada 2016, pemerintah pusat akan lebih bersinergi dengan pemerintah daerah, untuk meningkatkan kualitas pendidikan.