History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pertemuan Pra Negosiasi Perjanjian Perdagangan Komoditi Antar Selat Digelar

  • 06 January, 2016
  • Editor
Pertemuan Pra Negosiasi Perjanjian Perdagangan Komoditi Antar Selat Digelar
Pertemuan Pra Negosiasi Perjanjian Perdagangan Komoditi Antar Selat Digelar

(Taiwan, ROC) – Negosiasi antar selat pasca “Pertemuan Ma-Xi” maju selangkah lagi, Kementarian Ekonomi Republik Tiongkok dan Kementerian Urusan Perdagangan Daratan Tiongkok hari ini (6/1) bertemu di Beijing. Delegasi Republik Tiongkok yang dipimpin oleh Direktorat Jenderal Biro Pengembangan Industri (IDB) Wu Ming-ji (吳明機) kemarin (5) menyampaikan, pertemuan kali ini bertujuan untuk mendekatkan perbedaan jarak dan pendapat, sehingga pertemuan Perjanjian Perdagangan Komoditi yang ke-13 dapat berjalan dengan lancar, dalam pertemuan ini pemerintah akan mengusahakan kepada keringanan bea pajak produk pertanian, klausa-klausa pengamanan perdagangan (trade remedies), tindakan pengamanan, serta peraturan khusus untuk 4 industri mayor termasuk, produksi panel, mesin perkakas, petrokimia dan mobil, juga termasuk produk Usaha Menengah Kebawah.

Menteri Ekonomi John Chen-Chung Deng (鄧振中) menerima undangan dari Kaukus partai KMT, serta Mantan Wakil Menteri Dewan Pengembangan Nasional, Yeh Wan-an (葉萬安), mantan Menteri Ekonomi Yiin Chi-ming (尹啟銘) untuk mengulas perkembangan ekonomi Taiwan.

Menko Deng selain memusatkan kepada topik dukungan ekonomi pada “Industri 4.0”, “Inovasi dan wirausaha” serta “Pengembangan oleh swasta” juga menyinggung soal globalisasi. Ia menuturkan, hubungan antar selat sangat berpengaruh kepada pasar ekspor Taiwan, di masa-masa pemilu yang sensitif ini terus melakukan negosiasi “perdagangan” dengan Daratan Tiongkok, hal ini dilakukan untuk membuktikan bahwa pemerintah berusaha memberikan keuntungan kepada rakyat.

Menko Deng menyampaikan : Kalangan pengusaha terus mengharapkan dan meminta kita agar mempercepat kerja ini, segera dilaksanakan, semakin cepat tercapai kesepakatan maka akan memudahkan mereka dalam mengatur waktu pemasaran, kami bahkan mengharapkan lingkungan yang baik sehingga mereka tetap tinggal di Taiwan.

Ia kembali menegaskan, persiapan negosiasi perdagangan berjalan dengan transparan, tidak seperti yang dikatakan oleh publik, ada pemikiran untuk membuka pintu impor seluruh produk pertanian Daratan Tiongkok. Ia tegaskan, saat ini masih dalam proses negosiasi, Kemenko tidak akan mengorbankan hak kaum petani.

Deng menyampaikan : Produk pertanian kita di Daratan Tiongkok cukup bersaing, mencari cara agar dapat terus dipertahanakan. Yang kedua, dalam perjalanannya kami menemukan ada produk pertanian yang tidak ada di Taiwan, apabila memang tidak berpengaruh kepada keamanan pangan nasional, jika bisa mendapatkan pasar yang lebih besar, maka kenapa kita harus membatasinya dengan tidak mengijinkan masuk.

Menko juga menegaskan bahwa pembahasan teknis ini tidak dilakukan dengan mengendap-ngenap karena pada akhirnya tetap harus diperiksa oleh Yuan Legislatif, bila tidak diloloskan maka keringanan bea pajak juga tidak bisa diberlakukan, ia menghimbau agar masyarakat harus percaya dengan sistem demokrasi yang ada.

Komentar

Terbarumore