(Taiwan, ROC) – Kantor perwakilan Republik Tiongkok di Jepang pada hari ini(5/1) menanggapi pernyataan yang disampaikan oleh Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshihide Suga perihal Jugun Ianfu, hal yang diutarakan, Republik Tiongkok konsisten meminta Jepang memberikan pernyataan maaf secara resmi dan kompensasi. Kantor perwakilan setempat mengungkapkan, Yoshihide Suga pada tanggal 4 Januari malam hari pada program Prime News di Fuji Televisi, Jepang bersama dengan Korea membahas Jugun Ianfu.
Kantor perwakilan setempat mengatakan, di masa lalu pada tanggal 14 Agustus PM Shinzo Abe memberikan pernyataan perihal usai perang dunia II, dalam hal ini Jepang di masa peperangan yang berlangsung dalam jangka panjang mengungkapkan rasa penyesalan dan permintaan maaf sedalam-dalamnya, juga akan mengingat pelanggaran martabat dan kehormatan Jugun Ianfu.
Sehubungan dengan hal ini, presiden Ma Ying-jeou pada tanggal 15 Agustus tahun lalu juga memberikan respon dan menyampaikan, yakin Jepang akan melakukan intropeksi dan meninjau kembali, serta menghimbau kepada Jepang seharusnya pada masalah Jugun Ianfu lebih banyak melakukan tindakan dan tindakan yang lebih baik.
Pada tanggal 29 Desember 2015 dalam konferensi pers, Menlu David Lin Yong-lok juga menegaskan posisi pemerintah dan presiden Ma Ying-joeu terhadap Jugun Ianfu adalah sama.
Kantor perwakilan setempat menekankan, berkenaan dengan masalah Jugun Ianfu, Taiwan selalu konsisten dengan permintaan kepada Jepang, yang semestinya memberikan pernyataan maaf secara resmi dan juga kompensasi, bersikap bertanggung jawab dan menangani masalah ini dengan baik, mengembalikan keadilan dan martabat dari mereka yang dirugikan. Pemerintah dan kantor perwakilan Republik Tiongkok di Jepang sebelumnya telah berkali-kali menghadap Jepang dan menyampaikan posisi ini, selanjutnya tetap akan terus meminta kepada pihak Jepang segera melakukan pembahasan masalah ini.
Kemenlu pada sore hari ini juga mengundang Direktorat Persamaan Gender, Yuan Eksekutif, Yayasan Perlindungan Wanita Taipei dan organisasi lainnya untuk bersama menggelar pertemuan tim kerja kecil khusus Jugun Ianfu, yang dipimpin oleh wamenlu Bruce Linghu.
Terkait dari media luar yang memberitakan, kepala sekretaris kabinet Yoshihide Suga mengatakan, tidak akan membentuk platform komunikasi baru dengan Taiwan untuk membahas masalah Jugun Ianfu; Sekjen Asosiasi Urusan Asia Timur, Kemenlu Chang Jen-joe menanggapi pernyataan tersebut mengatakan, Taiwan dengan Jepang telah memiliki platform komunikasi Asosiasi Asia maupun kerangka pertukaran, tentu saja tidak perlu membentuk platform baru.
Chang Jen-joe mengatakan: “metode yang dijalankan oleh Korea adalah hampir serupa, di masa lalu Korea membentuk secara khusus tingkatan direktur, pembicaraan tingkat kementerian, dalam hal ini dilihat dari Taiwan-Jepang, kami telah memiliki struktur komunikasi nyata di sana, maka kami juga tidak perlu membentuk forum pembicaraan tingkat direktur dengan Jepang, semua kami bahas dalam kerjasama urusan Asia, asosiasi kerangka pertukaran pendapat.”
Selanjutnya tugas yang perlu diatur, Chang Jen-joe mengutarakan, setelah Taiwan dengan kesepakatan internal yang sudah dibahas, maka akan menyampaikan pendapat Taiwan kepada pihak Jepang, sesegera mungkin melakukan negosiasi secara resmi dengan Jepang, Ia menekankan, di masa mendatang tugas komunikasi dan negosiasi, dapat melalui asosiasi Asia atau diselesaikan melalui kerangka kerjasama pertukaran.