(Taiwan, ROC) – Pemilihan presiden dan wakil presiden Republik Tiongkok ke-14 dan pemilihan legislator ke-9 akan digelar pada tanggal 16 Januari mendatang, Kementerian pertahanan pada hari ini(5/1) menyampaikan, kemiliteran yang ikut bertugas mengamankan sehingga tidak dapat memberikan hak suaranya ada sekitar 5.000 orang, jumlah ini merupakan angka terkecil yang tercatat pada masa pemilu; personal yang ditugaskan diprioritaskan di bawah usia 20 tahun dan staf anggota.
Masa pemilu data yang tercatat dari pihak kemiliteran, pada tahun ini kesiapan personel yang ditugaskan dan tidak dapat memberikan hak suara hampir mencapai 5.000 orang, mencakup 2% staf militer; pada tahun 2012 saat pemilihan presiden dan legislator dengan staf militer bertugas hampir mencapai 13.000 orang, mencakup 6% personal militer; pada pemilu tahun 2008 dengan jumlah personal bertugas 15.000 orang sebanyak 5%; pemilu tahun 2004 dengan jumlah lebih dari 57.000 orang sebanyak 17,8%.
Direktur divisi operasi gabungan, kementerian pertahanan Taiwan(MND), major jenderal Chung Shu-ming(鍾樹明) mengatakan, dimulai pada tanggal 15 januari pukul 5 hingga 17 Januari pukul 8 sore hari, staf militer tetap siaga. Baik di pulau Taiwan maupun di luar pulau akan diatur secara bergilir, disesuaikan dengan gugus kesiapan yang telah ditentukan, jumlah personal bertugas tidak akan ditambah dan dioperasikan secara normal.
Chung Shu-ming mengatakan, staf militer yang bertugas di luar pulau, disesuaikan dengan gugus kesiapan dan tugas pertahanan yang ditentukan, petugas layanan keanggotaan militer masih bisa bergiliran untuk memberikan hak suara, staf non militer akan diatur untuk mencapatkan cuti sehingga tetap menjamin hak kepentingan mereka.
Pada bagian rencana pemberian cuti, Chung Shu-ming mengatakan, MND menyesuaikan dengan ketentuan pelaksanaan cuti 2 hari dalam seminggu staf kemiliteran dan ketentuan liburan kawasan Kinmen, Matzu, berkoordinasi dengan tugas rutin pertahanan mengadopsi metode bergiliran, tetap memperhatikan tugas pertahanan dan kepentingan dalam memberikan hak suara. Untuk non militer juga dijadwalkan mengambil cuti secara bergiliran, setidaknya dijalankan pada satu hari sebelum hari pemilu agar tidak mempengaruhi hak mereka dalam memberikan suara di pemilu.