(Taiwan-ROC) Presiden Republik Tiongkok (ROC), Ma Ying-jeou, hari Jumat (1/1) dalam pidato menyambut tahun baru tahun terakhir, presiden Ma Ying-jeou membeberkan prestasi yang telah dicapainya selama 7 tahun ini. Presiden menyampaikan, pertemuan “Ma – Xi” merupakan terobosan penting hubungan antar selat Taiwan, belakangan ini peminpin antar selat Taiwan melakukan komunikasi telpon, dan mencapai kesepakatan dimana nantinya quota pelajar lulusan kejuruan Daratan Tiongkok yang datang ke Taiwan untuk melanjutkan pendidikannya dinaikkan menjadi 1500 pelajar, ini merupakan pratek nyata dari Konsensus Ma dan Xi.
Pemimpin negara mengingatkan, pemerintah selanjutnya seharusnya menghargai hasil yang tidak mudah untuk dicapainya ini, meneruskan situasi perdamaian dan kemakmuran antar selat Taiwan yang ada sekarang ini. Presiden Ma Ying-jeou mengatakan, “Jembatan perdamaian ini, tidak saja melintasi jenjang lebar antar selat Taiwan, tetapi juga menjembatani hambatan sejarah, diharapkan penerus pemerintahan dapat dengan sepenuh hati menghargai ini, jangan mengabaikan jerih payah saya.”
Presiden Ma Ying-jeou juga mengemukakan, selama 7 tahun lebih ini, pemerintah berupaya keras mempromosikan “diplomasi fleksibel”, berperan sebagai “pelopor perdamaian”dan “penyumbang bantuan kemanusiaan”, mendapatkan junjungan dari masyarakat internasional, Presiden Ma mengatakan, “Apabila kita kembali ke jalan “perang diplomasi”jalan tua yang diambil 8 tahun lalu, sejarah akan kembali terulang, kita mungkin kembali terjerumus pada pemerintahan sebelumnya dimana diputuskannya hubungan diplomatik negara-negara sahabat, tidak ada pintu masuk ke dalam organisasi internasional.
Dalam pidato menyambut tahun baru, presiden kembali mengangkat topik masalah Jugun Ianfu dan menyampaikan, beberapa hari lalu pemerintah ROC kembali meminta Jepang untuk meminta maaf pada “Jugun Ianfu” Taiwan, memberikan kompensasi, beliau menegaskan, akan berdiri bersama dengan para Jugun Ianfu, mewakilinya mendapatkan hak martabat keadilan dari pihak Jepang.
Presiden Ma Ying-jeou mengatakan, “Masalah “Jugun Ianfu” merupakan sengketa antara Taiwan dan Jepang yang telah tertunda selama 20 tahun lebih. Saat ini “Jugun Ianfu” secara bertahap telah berkurang, kita harus mempercepat langkah kaki kita menyelesaikan masalah ini. Kemarin saya secara khusus mengunjungi seorang nenek “Jugun Ianfu”, saya dengan mulut saya sendiri berjanji, pemerintah pasti akan bersamanya.