(Taiwan, ROC) – Pemerintah Jepang dan pemerintah Korea melakukan pembahasan mengenai Jugun Ianfu, hal ini menjadi sorotan dari masyarat berbagai kalangan. Presiden Ma Ying-jeou pada hari ini(29/12) mengemukakan, posisi Republik Tiongkok, akan selalu meminta kepada pemerintah Jepang memberikan pernyataan maaf kepada Jugun Ianfu Taiwan di masa Perang Dunia II, memberikan kompensasi dan mengembalikan hak dan martabat mereka. Beliau juga mengemukakan masalah Jugun Ianfu, mengharaapkan pemerintah Jepang dapat bertindak lebih baik, lebih dapat menjaga hak dan martabat mereka, posisi ini sejak awal sampai akhir tidak pernah berubah.
Menlu David Lin Yung-lok saat konferensi pers pagi hari ini mengatakan ini merupakan satu kesempatan, pemerintah harus melanjutkan langkah permintaan kepada Jepang, namun sebelumnya, kondisi dalam negeri Taiwan sendiri perlu mendapatkan kesepakatan, baru dapat melakukan negosiasi dengan pemerintah Jepang. David Lin menekankan, posisi pemerintah harus jelas, yakni bisa mendapatkan keadilan, melindungi martabat dan kepentingan Jugun Ianfu Taiwan.
David Lin Yung–lok mengatakan : “sebenarnya merupakan gantirugi atau kompensasi? Mengapa Korea membentuk yayasan apakah demi kebutuhan dalam negeri kita? Apakah tim kecil dari pemerintah kita akan menerimanya? Kami akan mengangkat perihal terkait ini untuk melakukan pengkajian lebih lanjut, baik untuk yayasan perlindungan wanita Taipei atau nenek Jugun Ianfu, masih ada kemnelu, kemendagri dan lain-lainnya, akan disesuaikan dengan permintaan kita sendiri untuk disampaikan kepada Jepang, perlu ada posisi yang jelas.”
Eksekutif direktur yayasan perlindungan wanita,Kang Shu-hua(康淑華) saat pers rilis mengatakan, hal yang diminta oleh yayasan tidak hanya saja kompensasi, namun meminta agar pemerintah Jepang intropeksi diri dalam menghadapi perbudakan seks dan korban pemerkosaan di masa Pernag Dunia II, dalam hal ini, pemerintah Jepang setidaknya wajib melakukan 2 hal ini.”
Kang Shu-hua mengatakan: “dalam pendidikan di Jepang, dan hal demikian juga dijadikan sebagai materi pelajaran, agar di generasi berikutnya juga memahami; tahap kedua, Jepang masih perlu memikirkan bahwa Korea hanyalah permulaan, bagaimana caranya menyelesaikan yang ada di Taiwan, Daratan Tiongkok, Filipina, Indonesia dan negara lainnya, sementara ini korban yang masih hidup telah berusia renta menjadi nenek tua yang sangat mengharapkan kompensasi dan permintaan maaf.”
David Lin Yung-lok menekankan, lingkup hubungan Taiwan-Jepang ada persahabatan, jalur komunikasi langsung, tidak perlu melalui perantara seperti Amerika Serikat, Kemenlu juga terus memonitor perkembangan masalah Jugun Ianfu negara lain, mengamati perkembangan nyata dunia.