History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Hasil Diplomasi Fleksibel, Presiden Ma: 22 Negara Menjalin Hubungan Stabil

  • 29 December, 2015
  • Editor
Hasil Diplomasi Fleksibel, Presiden Ma: 22 Negara Menjalin Hubungan Stabil
Presiden Ma Ying-joeu

(Taiwan, ROC) Presiden Ma Ying-joeu pada hari ini(29/12) pagi hari menghadiri upacara serah terima jabatan perwira angkatan bersenjata. Beliau mengatakan, setelah masa jabatannya Ia mengupayakan hubungan antar selat yang stabil, pada tanggal 7 bulan lalu melakukan pertemuan dengan kepala negara Daratan Tiongkok, Xi Jing-ping, pertemuan ini mencatat sejarah hubungan antar selat yang terbagi selama 66 tahun, kedua belah pihak di hadapan 1 milyar masyarakat dunia, sepakat dengan cara damai untuk menyelesaikan persengketaan dan membangun mode menjunjung martabat dan kesetaraan serta saling menghargai.

  

Presiden Ma Ying-joeu mengatakan, ada perbaikan hubungan antar selat dapat menciptakan perdamaian, dapat mempromosikan diplomasi fleksibel dan hubungan persahabatan yang abadi.

  

Presiden Ma Ying-joeu mengatakan: “ dalam waktu terdekat ini melihat ada orang yang protes dengan diplomasi fleksibel, jika akan memulihkan pembinaan hubungan, perlu mencoba melupakan kejadian sejarah, tidak memperdulikan pandangan riil internasional. Saat saya menjabat ada penambahan 3 negara yang memiliki hubungan diplomatik, namun ada 9 negara lainnya yang melepaskan, kenyataannya kehilangan 6 negara bersahabat, masa jabatan saya selain dikarenakan faktor pribadi dari Presiden Gambia, ada 22 negara tetap menjalin hubungan stabil dan saling mempererat hubungan.”

Akan tetapi Presiden Ma juga mengatakan, walaupun kedua belah pihak mengutamakan perdamaian, namun tidak bisa mengabaikan ketahanan nasional, untuk itu perlu menciptakan kekuatan pertahanan yang kecil namun ampuh, kecil tetapi kuat, kecil tetapi hebat. Selain itu, dalam beberapa tahun ini kerjasama pertahanan antara Amerika Serikat dan Taiwan, telah jauh melampaui dari masa lalu yang diharapkan, pengadaan alutsistamencapai 20,1 milyar, dapat dikatakan merupakan masa hubungan bilateral terstabil.

  

Pada tahun ini bertepatan dengan peringatan kemenangan perang ke-70 tahun, Presiden Ma mengatakan, sementara ini telah membagikan 13.000 lencana peringatan kemenangan perang, mengapresiasi kepada seluruh prajurit yang telah berkorban. Presiden masih mengingatkan, dalam waktu dekat bersama Dewan Keamanan dan Kementerian Pertahanan membahas apakah perlu melihat masa selama 66 tahun ini, memberikan lencana penghormatan kepada prajurit yang berjuang demi Taiwan; Presiden Ma juga mengatakan, saat ini rencana telah dipersiapkan dengan matang dan mengharapkan dapat diimplementasikan secepatnya, memberitahukan kepada mereka, negara ini dari pemerintah hingga masyarakat tidak ada seorangpun yang melupakan jasa mereka.

Komentar

Terbarumore