History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Kantor Kepresidenan mengingatkan bahaya bagi dipulihkan kembalinya perang diplomatik dengan Daratan Tiongkok

  • 28 December, 2015
  • Editor
Kantor Kepresidenan mengingatkan bahaya bagi dipulihkan kembalinya perang diplomatik dengan Daratan Tiongkok
Juru bicara Kantor Kepresidenan Charles Chen Yi-hsin

(Taiwan, ROC) Kantor Kepresidenan menyangkal kritikan kandidat presiden partai oposisi Partai Progresif Demokratik (DPP) Tsai Ing-wen (蔡英文) terhadap kebijakan diplomasi Presiden Ma Ying-jeou (馬英九) dan mengingatkan bahaya bagi dipulihkan kembalinya perang diplomatik dengan Daratan Tiongkok.

Dalam debat televisi pertama antar kandidat presiden yang berlangsung Minggu (27/12), Tsai Ing-wen mengritik bahwa kebijakan tidak mengadakan perang diplomatik dengan Daratan Tiongkok yang diadopsi Presiden Ma telah membuat diplomat Taiwan “tidak tahu apa yang diperjuangkan” dan membuat perkembangan diplomatik Taiwan terpaksa harus bergantung pada sikap Daratan Tiongkok.

Perihal kritikan ini, juru bicara Kantor Kepresidenan Charles Chen Yi-hsin (陳以信) mengemukakan pada hari Senin (28/12), Tsai hendaknya memberitahukan rakyat akan ada berapa dari negara sahabat Taiwan yang akan memutuskan hubungan diplomatik dengan Taiwan, andaikata Tsai sungguh-sungguh memenangkan pemilihan presiden dan mengadopsi kembali kebijakan diplomasi “perang” yang ditaati pada saat Chen Shui-bian (陳水扁) dari DPP memegang kekuasaan dari tahun 2000 hingga 2008.

Sembilan negara sahabat Taiwan mengalihkan pengakuan dari Taipei ke Beijing pada saat Chen adalah presiden, akibat keputusannya berkonfrontasi langsung dengan Beijing dalam komunitas global, tutur Chen.

Diadopsi kembalinya kebijakan tersebut oleh Tsai tatkala terpilih sebagai presiden akan membawa resiko tinggi terhadap kestabilan hubungan antar Selat Taiwan yang telah dengan susah payah dibangun dalam tujuh tahun silam, dan juga terhadap perkembangan hubungan internasional Taiwan, lanjutnya.

Chen mengatakan, “Dalam debat televisi kemarin, ketua DPP Tsai Ying-wen mengajukan kembali teori diplomasi ‘perang’ yang diadopsi Presiden Chen Shui-bian. Ini akan mendatangkan resiko sangat tinggi terhadap perkembangan hubungan antar Selat Taiwan dan hubungan internasional di masa depan, juga akan membawa Taiwan dan Daratan Tiongkok kembali ke kondisi hampir saling berperang. Mengingat bahwa Tsai pada saat itu menjabat sebagai ketua Dewan Urusan Daratan Tiongkok (MAC), kami mempertanyakan alasan mengapa Tsai berencana memulihkan kondisi tersebut setelah perdamaian dan kemakmuran dinikmati sepanjang tujuh tahun silam di Selat Taiwan?”

Untuk diketahui, pemilihan presiden Republik Tiongkok akan digelar 16 Januari. Diantara tiga kandidat presiden, Tsai Ing-wen dari DPP adalah calon paling favorit untuk menang dan menggantikan Ma Ying-jeou sebagai presiden untuk empat tahun mendatang.

Komentar

Terbarumore