History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Situasi Pilpres Pan Hijau Ormas : Meski Optimis Tapi Bahaya Tetap Ada

  • 26 December, 2015
  • Editor
Situasi Pilpres Pan Hijau  Ormas : Meski Optimis Tapi Bahaya Tetap Ada
Ketua Partai DPP Tsai Ing Wen

(Taiwan-ROC) Pemilihan umum presiden 2016 Taiwan akan berlangsung kurang dari 3 pekan lagi, Asosiasi Hak Asasi Manusia (HAM) Taiwan, Taiwan Association for Human Rights bersama beberapa asosiasi social masyarakat, hari sabtu (26/12) mengelar forum membahas perkembangan masa depan negara. Ketua Yayasan Dokter Taiwan, Wu Shu-min menyampaikan, meskipun kandidat calon presiden dari partai DPP terlihat optimis, tetapi yang dikhawatirkan adanya “sesuatu” yang mempengaruhi pemilu. Pakar bidang ekonomi, Lin Hsiang-kai mengemukakan, perekonomian Taiwan terlalu condong ke Daratan Tiongkok, apabila semua kebijakan ekonomi dan perdagangan pemerintahan presiden Ma diimplementasikan, Taiwan akan menjadi koloni ekonomi Daratan Tiongkok, rakyat Taiwan akan kehilangan demokrasi dan kebebasannya.

Ketua Yayasan Dokter Taiwan, Wu Shu-min dalam kata sambutannya menyampaikan, saat ini pan hijau optimis dengan pilpres, tetapi sebenarnya banyak kesulitan yang mungkin dihadapi, Wu prihatin sebelum pemilu timbul masalah yang mempengaruhi pilprss. Wu Shu-min mengatakan, “Hari ini semua merasa senang karena ada kemungkinan akan berkuasa, tetapi masih ada 20 hari lebih, orang Tionghoa banyak “sesuatu” nya, tidak tahu akan ada langkah “sesuatu” apa yang dikeluarkan, untuk itu rombongan pengamat pemilu internasional datang ke Taiwan, sehingga tiap-tiap negara dapat memahami situasi pemilu Taiwan apabila kondisi tersebut terjadi.”

Wu Shu-min menekankan, Taiwan Relation Act sangatlah penting, apabila hubungan Taiwan dan Amerika Serikat terus membaik, maka pertahanan dan keamanan Taiwan dapat terjamin. Wu mengemukakan, sebelumnya pakar pro-kemerdekaan, Chang Dan-ning, mendidik masyarakat Taiwan, sehingga keinginan Daratan Tiongkok mencaplok Taiwan pun tidak akan mungkin. Ia juga menekankan, tantangan yang paling besar yang dihadapi pemerintah Tsai di masa mendatang adalah menyelesaikan masalah perekonomian Taiwan.

Pakar ekonomi, chairman Easy Card Taiwan, Lin Hsiang-kai dalam rapat mengemukakan, saat ini krisis yang paling besar yang dihadapi perekonomian Taiwan adalah terlalu condong ke Daratan Tiongkok, apabila semua terbuka, memperbolehkan Daratan Tiongkok menanamkan modalnya di Taiwan, meloloskan perjanjian perdagangan jasa dan lainnya, semua kebijakan ekonomi antar selat Taiwan pemerintahan Presiden Ma Ying-jeou diimplementasikan, Taiwan akan kehilangan kedaulatan ekonominya, menjadi koloni ekonomi Daratan Tiongkok, tidak saja kehilangan kedaulatan negara, masyarakatnya juga akan kehilangan kebebasan demokrasi. 

Komentar

Terbarumore