History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pilpres 2016 / Debat Politik Pilpress KMT dan DPP Saling Serang

  • 26 December, 2015
  • Editor
Pilpres 2016 / Debat Politik Pilpress  KMT dan DPP Saling Serang
Pilpres 2016 / Debat Politik Pilpress KMT dan DPP Saling Serang

(Taiwan-ROC) Komisi Pemilihan Umum, tanggal 25 Desember malam mengelar debat politik pertama pilpres 2016 yang menampilkan ke 3 kandidat calon presiden, calon yang diunggulkan partai berkuasa, Partai Kuo Min Tang (KMT), Eric Chu dan calon dari partai oposisi, Partai Progresif Demokrat (DPP), Tsai Ing-wen saling menyerang terkait kebijakan antar selat Taiwan dari masing-masing pihak. Tsai Ing-wen mengkritik KMT dengan “Cara Kerja Kotak Hitam”, sementara Eric Chu mengencam DPP dengan “Partai dengan platform kemerdekaan”dan “Teori Dua Negara” yang pernah dilontarkan Tsai Ing-wen; Tsai Ing-wen menegaskan, di masa pemerintahan DPP, kedua belah pihak antar selat Taiwan sempat beberapa kali melakukan komunikasi, sedangkan Eric Chu mencela semasa tahun 2000 – 2008 merupakan masa yang paling gelap hubungan antar selat Taiwan.

Terkait dengan hubungan antar selat Taiwan dan kebijakan Daratan Tiongkok, kandidat calon presiden partai DPP, Tsai Ing-wen, tanggal 25 Desember malam, dalam debat politik di televise mengkritik penyelesaian masalah antar selat pemerintah KMT dengan mengunakan “cara kerja kotak hitam”, dan menekankan, ini merupakan masalah yang paling dikhawatirkan partai DPP, Tsai Ing-wen mengatakan, “Masyarakat mengharapkan perdamaian antar selat Taiwan, tetapi yang lebih diprihatinkan masyarakat adalah pemerintahan KMT sekarang ini mengunakan kotak hitam menyelesaikan masalah antar selat Taiwan, bahkan dibawah situasi dimana rakyat tidak mendapat kesempatan menyampaikan opininya, tanpa kami sadari, di masa mendatang kami akan kehilangan hak pilih, ini yang paling dikhawatirkan masyarakat.

Eric Chu menyerang balik dengan menyampaikan, di saat Tsai Ing-wen menjabat sebagai ketua Dewan Urusan Daratan Tiongkok, Tsai pernah mengatakan, banyak tugas penting yang harus dirahasiakan pelaksanaannya, “tidak seharusnya dibocorkan keluar”, mengkritik Tsai pada masa itu juga melakukan “kotak hitam” dan merahasiakan. Eric Chu mengemukakan, DPP dengan “platform merdeka”, ini baru yang paling dikhawatirkan rakyat.

Eric Chu mengatakan, “Sebenarnya, DPP sendiri di satu sisi tidak bersedia mengakui konsensus 92, bersamaan dengan itu juga masih mempertahankan platform partai merdeka, ini yang paling dikhawatirkan rakyat Taiwan, selaku seorang ketua yang bertanggung jawab atas partainya, selaku kandidat calon presiden, seharusnya memberitahukan dengan jelas pada seluruh masyarakat Taiwan, apakah konstitusi partai Taiwan merdeka dan gagasan “teori dua negara” masih ada atau tidak.

Tsai Ing-wen menegaskan, semasa ia menjabat sebagai ketua Dewan Urusan Daratan Tiongkok sempat beberaa kali melakukan komunikasi antar selat Taiwan, bahkan akhirnya berhasil mempromosikan 3 hubungan kecil, pesawat carteran liburan tahun baru imlek, pembahasan kedaulatan penerbangan Taiwan – Hongkong dan Taiwan – Macau; untuk ini Eric Chu menyerang dengan mengatakan, apa yang dikatakan Tsai Ing-wen justru mengingatkan para pemirsa, masa pemerintahan DPP tahun 2000 hingga 2008 merupakan masa paling gelap bagi hubungan antar selat Taiwan.

Komentar

Terbarumore