(Taiwan, ROC) - Academia Sinica, beberapa hari lalu mengumumkan pandangan prospek ekonomi Taiwan untuk tahun ini dan tahun depan, yang mana pandangan untuk situasi ekspor mengalami penurunan, diperkirakan tahun ini tingkat laju pertumbuhan ekonomi Taiwan sebesar 0,75%, sedangkan tahun depan diperkirakan berkisar 1.74%, untuk saat ini kedua perkiraan tersebut merupakan perkiraan paling rendah di antara perkiraan dari beberapa lembaga penelitian ekonomi terkemuka Taiwan. Akademia Sinica beranggapan, dalam situasi harga minyak bumi yang rendah dan perekonomian Daratan Tiongkok serta unsur-unsur ketidakpastian lainnya, sehingga tahun depan merupakan tahun yang penuh tantangan. Akademia Sinica membeberkan, laju pertumbuhan ekonomi global 2015 tidak seperti yang diperkirakan, dalam situasi menurun drastisnya ekspor, laju pertumbuhan ekonomi Taiwan secara keseluruhan tahun 2015 sebesar 0,75%, mengalami revisi menurun sebesar 2,49% dibandingkan perkiraan bulan Juli yaitu sebesar 3,24%.
Perkiraan harapan untuk tahun depan, Akademia Sinica beranggapan, tahun depan merupakan tahun yang penuh tantangan, alasan utamanya adalah rendahnya harga sumber energy dan kenaikkan suku bunga Amerika Serikat telah menghantam pasar finansial negara sedang berkembang, menimbulkan ketidakpastian pada tingkat pemulihan ekonomi Taiwan. Selain itu, dipengaruhi “Red Supply Chains” Daratan Tiongkok, dikhawatirkan dapat membatasi kekuatan kemampuan pemulihan ekspor Taiwan, sehingga laju pertumbuhan ekonomi Taiwan untuk tahun 2016 hanya berkisar 1,74%.
Terkait dengan angka perkiraan dari Akademia Sinica merupakan angka yang paling rendah diantara perkiraan lembaga penelitian ekonomi terkemuka Taiwan lainnya, Chou Yu-dian (周雨田), anggota dari Akademia Sinica mengemukakan, lembaga penelitian lainnya beranggapan ekspor kwartal ke 4 Taiwan akan meningkat secara signifikan, tetapi dilihat dari situasi sekarang ini tidaklah demikian, situasi ekonomi masih kurang optimis.
Chou Yu-dian mengatakan, “Terhadap situasi iklim ekonomi kwartal ke 4, kami pesimis, ekspor tidak dapat kembali meningkat, tentu saja dampak buruk akan mempengaruhi sepanjang tahun depan.
Selain itu, Akademia Sinica menegaskan, berdasarkan standar umum, apabila tingkat pertumbuhan GDP kwartal ke 2 minus, ini menandakan ekonomi memasuki penurunan drastic, pertumbuhan kwartal ke 3 Taiwan untuk tahun ini minus 0,63%, untuk itu Akademia Sinica memperkirakan pertumbuhan kwartal ke 4 tahun ini dan kwartal pertama tahun depan adalah minus, dalam situasi pertumbuhan minus selama 3 kwartal berturut-turut, dapat dipastikan adanya krisis penurunan.
Namun, Akademia Sinica juga beranggapan, seiring dengan menurunnya harga minyak bumi dan unsur lainnya, pengaruhnya terhadap pasar negara berkembang berkurang, dengan demikian ada kemungkinan kwartal pertama tahun depan situasi akan membaik.