(Taiwan-ROC) Baru-baru ini terdengar kabar pihak Taiwan memberikan perlonggaran dalam pembahasan perjanjian perdagangan barang Antar Selat Taiwan, akan membuka larangan 830 jenis ragam produk pertanian bagi Daratan Tiongkok, diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri, sehingga dapat secepatnya mencanangkan pajak nol.
Dewan Pertanian hari Jumat (25/12) menegaskan, setelah Taiwan bergabung dalam Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), meskipun Taiwan melarang impor produk pertanian Daratan Tiongkok, tetapi Daratan Tiongkok memberikan fasilitas bagi produk pertanian Taiwan, selain tidak membatasi, sejak tahun 2005 telah memberikan pajak nil bagi 34 jenis produk perikanan Taiwan, bahkan pada Juni 2010, saat kedua belah pihak menandatangani Kerangka Kerjasama Ekonomi Antar Selat (ECFA), kembali memberikan pajak nol pada 18 macam produk Taiwan seperti teh, beberapa jenis produk air.
Mendapat fasilitas kemudahan yang disediakan Daratan Tiongkok, dan beberapa tahun terakhir ini juga telah meluaskan pangsa pasar ke Daratan Tiongkok, Dewan Pertanian menegaskan, Taiwan berjalan berlawanan arah terhadap perdagangan produk pertania Daratan Tiongkok, sejak dibukanya pada tahun 2013, selisih perbedaan menacapi USD14 juta; Sampai bulan November ini, perbedaan perdagangan produk pertanian Taiwan terhadap Daratan Tiongkok sudah mencapai USD100 juta, sedangkan Daratan Tiongkok merupakan pasar terbesar pertama bagi ekspor produk pertanian Taiwan.
Sebagai salah satu bagian dalam pembahasan perjanjian perdagangan barang, Wakil Divisi Perdagangan Internasional, Dewan Pertanian, Siew Zhong-qiong, hari Jumat (25/12) menyampaikan, sejak mulai dibahasnya perdagangan barang, terus menerus menekankan, impor produk pertanian Daratan Tiongkok ke Taiwan seharusnya juga mengunakan cara yang sama seperti terhadap anggota WTO lainnya, untuk ini memang perlu diakui, Taiwan mendapat cukup banyak tekanan.
Siew Zhong-qiong mengatakan, “Saat kami masuk sebagai anggota, hanya terhadap Daratan Tiongkok saja memberikan larangan impor produk pertanian, sebaliknya Daratan Tiongkok terhadap kita sesuai dengan peraturan WTO, memberikan perlakuan yang sama seperti pada negara anggota lainnya, untuk itu bagi Daratan Tiongkok yang tidak melarang produk pertanian Taiwan, mereka beranggapan kita mendiskriminasikan mereka.
Siew Zhong-qiong juga menyampaikan, dalam proses pembahasan perdagangan barang, Dewan Pertanian akan berpegang teguh pada batas dasar, apabila mempengaruhi mata pencaharian petani dan nelayan serta keamanan makanan, maka batasan ini tetap akan dipertahankan; terkait dengan apakah dapat mempengaruhi industri domestik, pemerintah juga telah menyediakan yayasan dengan dana yang memadai untuk menyalurkan subsidi pada industri yang dirugikan karena impor produk pertanian, sehingga perjanjian perdagangan barang tidak mempengaruhi mata pencaharian para petani dan nelayan.