(Taiwan-ROC) Presiden Republik Tiongkok (ROC), Ma Ying-jeou, hari Jumat (25/12) ketika hadir dalam upacara“Penerimaan Pegawai Keimigrasian periode ke 3”yang kali ini ada 99 orang yang berhasil lolos dalam test masuk, dalam kata sambutan menyampaikan, pelayanan keimigrasian Taiwan berkembang pesat, terlihat bagitu banyaknya pegawai keimigrasian membuatnya sangat senang.
Kepala negara mengatakan, setahun sebelum ia menjabat sebagai presiden, wisatawan yang datang ke Taiwan hanya berjumlah 3,91 juta orang, tahun ini tidak saja menembus 10 juta, bahkan tidak menutup kemungkinan melebihi 10,3 juta wisatawan, 2,6 kali lipat dibandingkan dengan angka sebelum ia menjadi presiden. Beliau menegaskan, karena pemerintah membuka kebijakan isolasi, untuk itu tingkat pertumbuhan wisatawan melonjak tinggi; tetapi dengan kebijakan membuka diri bagi wisatawan juga memungkinkan semakin meningkatnya tingkat kejahatan, untuk itu diharapkan Direktoral Jenderal Keimigrasian yang merupkan garis pengamanan pertama, dapat melaksanakan tugas menjaga pertahanan keamanan dengan baik.
Presiden Ma Ying-jeou mengatakan, “Namun, kebijakan membuka negara ini mungkin dapat mendatangkan berbagai krisis atau mungkin tindakan kejahatan, ini semua membutuhkan pejabat keimigrasian yang baik yang membantu kita melakukan penjagaan keamanan, pada saat keluar masuk negara kita, harus melaksanakan tugasnya dengan baik, di satu pihak melindungi keamanan nasional, di pihak lain juga tidak mempengaruhi kenyamanan wisatawan.
Pemimpin negara juga menekankan, perdagangan manusia merupakan masalah serius yang dihadapi masyarakat global, setelah ia menjabat sebagai presiden, ia secara aktif membina kerjasama internasional, selama 6 tahun berturut-turut Taiwan selalu masuk dalam kategori urutan pertama terhadap pertahanan dan pencegahan perdagangan manusia oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat; tidak saja pencegahan perdagangan manusia, pemerintah juga berupaya keras untuk memberikan lingkungan yang ramah bagi imigran baru.
Presiden Ma berharap, para anggota yang baru bergabung dalam keimigrasian ini dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menempatkan diri, menghormati nilai-nilai universal, hak asasi manusia, dan menjunjung hukum.