(Taiwan-ROC) – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pada tanggal 18 Desember waktu setempat mengumumkan, imigran internasional tahun 2015 meningkat drastis menjadi 244 juta orang, meningkat 40% dibanding tahun 2000 lalu. Dikarenakan kesenjangan pertumbuhan ekonomi, globalisasi pasar dan tuntutan untuk kehidupan yang lebih layak dan lain-lain, menjadi alasan perpindahan penduduk.
Berdasarkan laporan Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB (UN DESA), sekitar setengah dari imigrasi penduduk internasional berasal dari benua Asia. Selama 15 tahun terakhir, terdapat 1,7 juta penduduk Asia yang berimigrasi.
Pimpinan tinggi UN DESA pada awal bulan Desember, mengatakan, pada tahun ini, ada sekitar 900 ribu pengungsi dan imigran ke Eropa dan lebih dari setengahnya adalah warga Suriah yang menghindari peperangan di negaranya.
Deputi Sekretaris Jenderal PBB, Jan Eliasson mengatakan, dikesenjangan pertumbuhan ekonomi, globalisasi pasar dan tuntutan untuk kehidupan yang lebih layak menjadi akibat meningkatnya imigrasi. Dia menegaskan, akan memperkuat untuk melindungi mereka yang meninggalkan dari daerah yang berbahaya serta memerangi perdagangan manusia.
Dalam laporan PBB, 2/3 dari imigran yang tersebar di 20 negara, diantaranya 47 juta orang menetap di Amerika, 12 juta orang menetap di Jerman, 12 juta orang menetap di Rusia dan 10 juta orang pindah ke Arab Saudi. Dan India menjadi negara imigran terbesar dengan jumlah sekitar 16 juta orang yang diikuti oleh Meksiko, Rusia dan Daratan Tiongkok.