(Taiwan, ROC) Pemerintah Amerika Serikat mulai mempromosikan Undang-Undang Kepatuhan Pajak Akun Asing(FATCA), Badan pengawas keuangan akan berbahas dengan Amerika melaksanakan perjanjian antar negara. Namun, dalam beberapa hari ini pihak Amerika masih memberikan draf pembahasan untuk Taiwan, meminta akan dapat bergabung dengan unit pelayanan pajak, hal ini membuat kementerian keuangan merasa kuatir akan adanya pemeriksaan pajak yang dilakukan orang asing terhadap masyarakatnya sehingga menyatakan tidak setuju, badan pengawas keuangan akan menyampaikan hal ini kepada yuan eksekutif.
Sumber dari pakar yang menguasai hukum perpajakan Amerika mengatakan, berdasarakan aturan dari Amerika pada tanggal 5 Mei harus mendaftar pada biro perpajakan setempat di Amerika(IRS), memperoleh nomor pengganti untuk dana pengurangan pajak sebesar 30%, sehingga Taiwan yang memiliki dana cukup besar, terutama sebagian besar berada di Amerika dan terdaftar. Setelah masuk dalam daftar instansi finansial, di masa mendatang masih perlu memberikan data nasabah kepada Amerika, jika terdapat perjanjian antar negara, maka akan memudahkan untuk proses dan pelacakan data nasabah bagi instansi keuangan.
Pemerintah Amerika menerapkan pemeriksaan pajak, dengan mengerakkan otak menyatu dengan instansi finansial dunia, ada yang memiliki rekening dalam jumlah besar di Taiwan dan Amerika, berkeinginan melepas kewarganegaraan Amerika. Namun menurut pakar perpajakan Kang Jung-pao mengatakan, saat mereka mengajukan permohonan untuk melepas kewarganegaraan Amerika, maka akan diperiksa harta kekayaan mereka terhitung hingga masa 6 tahun ke depan, dengan demikian nasabah tersebut berada dalam posisi sulit.
Kang Jung-pao mengatakan: “pada saat memiliki kewarganegaraan Amerika Serikat, terutama bagi yang mendapat pengaruh dari FATCA, mereka yang berpikiran untuk melepas kewarganegaraan Amerika Serikat, jika demikian maka akan diperiksa kembali terhitung selama 6 tahun ke depan. Sebenarnya melepas kewarganegaraan bukanlah cara yang tepat, karena akan segera diperhitungkan, untuk pemeriksaan dari Amerika sangat ketat, dapat dikatakan dalam hal ini cukup sulit.”
Kang Jung-pao mengatakan, di masa lalu terdapat orang kaya berupaya untuk menghindari pembayaran pajak, namun dari sudut pandang Amerika, semua ini termasuk dalam pendapatan dan di masa mendatang di saat setiap bank bergabung dalam FATCA maka harta kekayaan akan semakin transparan.