History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Mengobati Luka Masyarakat dengan Mengganti Kerugian Kejadian 228

  • 12 December, 2015
  • Editor
Mengobati Luka Masyarakat dengan Mengganti Kerugian Kejadian 228
Mengobati Luka Masyarakat dengan Mengganti Kerugian Kejadian 228

(Taiwan-ROC) – Pada Jumat 11 Desember, Presiden Ma Ying-jeou, saat menyambut kedatangan Ketua Yayasan Peringatan 228, mengatakan, kejadian 228 telah berlalu selama bertahun-tahun, namun pemerintah masih berusaha memberikan ganti rugi dan berharap dapat merelakan kejadian tersebut.

Kepala Negara mengatakan, dikarenakan dia pernah menjabat sebgai walikota Taipei sehingga mengenal cukup banyak keluarga yang menjadi korban dan mengerti kisah dari mereka akibat kejadian 228 tersebut. Dia sangat mengerti bahwa mereka sangat ramah dan penuh kasih. Presiden mengatakan, dia sangat senang dapat belajar banyak dari hal tersebut, dan dari cerita tersebut, membuatnya mengerti apa yang harus dilakukan pemerintah, agar hal yang sama tidak terulang kembali.

Presiden mengatakan, meskipun penderitaan yang dialami keluarga sulit untuk dilupakan, namun pemerintah akan berusaha mengganti kerugian tersebut. Pada saat dia kembali dari luar negeri dan saat bekerja hari pertamanya di kantor Kepresidenan, menyampaikan kepada Sekretaris Jenderal, atasanya, bahwa harus memberikan ganti rugi terhadap korban kejadian 228 dikarenakan masyarakat telah banyak memendam amarah dan dendam. Dia sangat senang dapat melihat selama beberapa tahun ini setidaknya sudah mulai meredah. Kepala Negara mengatakan, “Amarah telah dipendam begitu banyak, terhadap keamanan publik sangat tidak baik, dan perasaan saya sangat kuat. Karena permasalahan diantara masyarkata sendiri apabila tidak diselesaikan dengan baik, bisa banyak yang terluka, tidak mungkin dipersatukan. Selama puluhan tahun terakhir, setidaknya kita telah perlahan-lahan memperbaiki hal tersebut.”

Presiden juga menambahkan, hal serupa juga pernah terjadi di Jepang, Korea, Jerman dan Amerika. Menurutnya, cara penyelesaian di Taiwan lebih baik dan berharap sebisa mungkin dapat mengobati luka masyarakat.

Komentar

Terbarumore