(Taiwan-ROC) Presiden Republik Tiongkok, Ma Ying-jeou, hari Jumat (11/12) setelah menghadiri Pameran Arsip Retrosesi dan Pameran Arsip Bisnis Nasional menyampaikan, tahun ini merupakan tahun ke 70 kemenangan perang, tetapi banyak arsip sejarah melawan perang yang hilang, 20 tahun terakhir ini, banyak penerbit menerbitkan buku dengan tema“apa yang terlupakan” nya, ini menunjukkan begitu banyak masa-masa dalam sejarah yang diabaikan, beliau merasa, sekarang ini adalah kesempatan, dan memiliki kemampuan untuk menyimpan segala sesuatu yang terkait dengan sejarah, ini memiliki makna yang sangat besar. Kepala negara juga menegaskan, dalam arsip pemerintah, ia tidak menemukan kata DiaoYuTai, karena setelah direbut Jepang nama ini diganti, seperti layaknya anak yang baru lahir lalu dibawa pergi, tentu saja tidak ada yang mengetahui keberadaan anak ini, ini menandakan begitu pentingnya sejarah.
Terkait dengan beberapa waktu lalu, saat memperingati Hari Nasional, beliau mengungkapkan seharusnya antar selat Taiwan berbagi informasi dan bersama-sama menulis buku sejarah, presiden beranggapan keterbukaan arsip sejarah, tidak membatasi kawasan wilayah, semua diteliti dan disurvei bersama, yang tentu saja harus sesuai dengan peraturan arsip, kerahasiaan negara dan pribadi serta ketentuan lainnya.
Pemimpin Negara menegaskan, sekarang ini sudah banyak pakar Daratan Tiongkok yang melakukan penelitian sejarah di Taiwan dengan tidak melibatkan unsur politik sama sekali, murni hangy untuk mengembalikan sejarah yang terlupakan. Presiden Ma Ying-jeou mengatakan, “Sudah banyak pakar Daratan Tiongkok yang datang melakukan penelitian, dan hasilnya sangat baik, karena banyak data yang dibawa dari Daratan Tiongkok berbeda dengan yang kami sediakan, dengan begini jadi lebih nyata, pakar bisa mendapatkan lebih banyak pengetahuan yang tepat, ini bukan hal yang tidak baik. Di dalam nya tidak ada pertimbangan unsur politik sama sekali, murni hanya mengembalikan bagian sejarah yang terlupakan.
Kepala negara beranggapan, keberadaan suku bangsa atau yang melupakan sejarahnya sendiri tidak akan dapat bertahan lama, untuk itu beliau sangat berterima kasih kepada para pegawai yang telah menjaga dan mengelola arsip, apa yang mereka kerjakan membantu dan menjadi dasar penting kesinambungan keberadaan Republik Tiongkok.