(Taiwan, ROC) – Dewan Perwakilan Rakyat pemerintah federal Amerika Serikat (AS) baru-baru ini baru saja meloloskan revisi Program Fasilitas Bebas Visa yaitu memperketat wisatawan mancanegara (wisman) bebas visa yang berkunjung ke AS dan berencana memberlakukan pembagian informasi anti terorisme dari negara-negara bebas visa kepada AS, untuk wisman yang menggunakan paspor chip, harus pemeriksaan dari polisi interpol.
Menteri Luar Negeri (Menlu) David Lin Yung-lo (林永樂) Rabu ini (9/12) saat ditanya setelah peresmian “Pameran mengenang alm. Duta Besar Yang Hsi-kung” menyampaikan, inisiatif yang dilakukan oleh AS tidak akan mempengaruhi program Taiwan ikut dalam program fasilitas bebas visa, MOFA juga turut serta dalam mendorong “Global Entry” sehingga warga semakin nyaman masuk ke AS.
Menlu David Lin menyampaikan : Tidak berpengaruh, sebetulnya kami sedang mempromosikan sistem imigrasi yang lebih nyaman, ini memiliki arti Global Entry, sebetulnya sedang kami jalankan. Global Entry adalah sistem imigrasi yang nyaman, dengan harapan warga lebih mudah untuk ke Amerika. Untuk Fasilitas Bebas Visa akan dikomunikasikan dengan Amerika, sebetulnya untuk warga kita, sampai saat ini belum menemui kesulitan.
Untuk pemegang paspor negara yang masuk dalam “Global Entry” boleh menggunakan pintu imigrasi khusus yang lebih cepat dan nyaman. Menlu Lin menuturkan, apabila Taiwan dapat ikut dalam program ini maka Taiwan tidak akan terkena pengaruh dari program memperketat wisman bebas visa.
ngka panjang dapat diserahkan kepada kebebasan pasar, apakah kuantitas layanan perawatan jangka panjang dari pemerintah apakah perlu ditingkatkan, semua hal ini masih kurang. Dihimbau agar pemerintah harus bertanggung jawab atas perawatan jangka panjan jangan sampai cerita pilu perawatan jangka panjang terulang kembali.