(Taiwan, ROC) – Direktorat General Budjet Akuntansi dan Statistik(DGBAS) pada hari ini(8/12) mengumumkan indeks harga konsumen(CPI) bulan Nopember bertambah 0,53%, secara berturut-turut dalam waktu 3 bulan meningkat, ini dikarenakan peningkatan besar dari harga produk makanan, diantaranya jenis sayur mayur bertambah dengan skala besar lebih dari 30%; namun biaya bahan bakar dengan skala penurunan hampir 20%, menutupi sebagian dari skala peningkatan. DGBAS menganalisa, setelah dikurangi dengan sayur mayur, buah dan sumber energi dengan jumlah tersebut adalah inti CPI, peningkatan kecil 0,86%, harga produk relatif stabil dan adanya kenaikan secara stabil.
DGBAS pada hari ini(8/12) mengumumkan untuk indeks CPI bulan Nopember dibandingkan dengan tahun lalu pada periode yang sama naik 0,53%, yang utama adalah harga produk naik berkisar 5%. Diantaranya, harga sayur naik 30%, buah naik 10%, telur juga mengalami kenaikan hampir 10%; namun biaya bahan bakar terus menerus menurun turun 20%, secara keseluruhan angka CPI mengalami kenaikan skala kecil.
DGBAS menganalisa, walaupun di bulan Nopember merupakan panen sayur, untuk harga dibandingkan dengan bulan sebelumnya turun 10%; dibandingkan dengan tahun lalu periode yang sama, harga naik hampir 30%, diprakirakan bulan Desember harga akan turun. Harga minyak dikarenakan di tahun lalu turun hingga di harga dasar, dengan skala penurunan relatif kecil.
DGBAS mengemukakan, jumlah secara keseluruhan setelah dikurangi dengan sayuran, buah dan energi yakni CPI inti, kenaikan kecil 0,86%, relatif naik secara stabil. Deputi director bagian sensus, DGBAS, Tsai Yu-tai mengatakan: “dalam waktu 3 bulan terakhir ini untuk harga sayur dan buah dibandingkan dengan tahun lalu pada periode yang sama naik dengan skala lebih besar, skala penurunan harga minyak juga besar, sehingga secara keseluruhan CPI mengalami skala peningkatan yang kecil. Jika diamati terus CPI inti, angka yang stabil, skala peningkatan persepuluh, adalah peningkatan yang stabil.”
Indeks harga grosir(WPI) bulan Nopember, dibandingkan dengan tahun lalu bulan yang sama turun 7,75%, secara 15 bulan berturut-turut dengan pertumbuhan minus, yang dikarenakan harga dari produk kimia, petrokimia dan harga batu bara turun, menyebabkan harga pemasaran produk domestic turun 9,56%, produk impor turun lebih dari 10%, produk ekspor juga turun 4,21%.