(Taiwan, ROC) Kementrian Pendidikan akan mendaftarkan bahasa imigran baru sebagai salah satu pelajaran bahasa tambahan untuk sekolah dasar selain bahasa Minnan, Hakka dan aborijin, demikian disampaikan Menteri pendidikan Wu Si-hua (吳思華) ketika melawat ke Pusat Pelajaran Imigran Baru di Sekolah Dasar Jong Jen, Kota Taoyuan, Senin (7/12).
Wu mengemukakan, berdasarkan program pendidikan wajib 12 tahun yang diumumkan Kementrian Pendidikan, telah direncanakan untuk memulai pelajaran bahasa imigran baru di sekolah dasar pada tahun akademik 2018 sebagai salah satu pelajaran bahasa tambahan untuk dipilih para pelajar.
Sementara untuk pendidikan bahasa di sekolah menengah dan perguruan tinggi, lanjut Wu, akan dipromosikan dengan format pelajaran bahasa kedua untuk bahasa negara-negara Asia Tenggara.
Wu Si-hua mengatakan, “Berdasarkan perencanaan, pelajar-pelajar muda yang memiliki kefasihan bahasa asing kedua akan diprioritas untuk dipilih dalam program sukarelawan internasional. Kelak, dalam ujian masuk universitas, bagi pelajar yang memiliki kemampuan bahasa asing kedua, mereka akan meraih pertimbangan istimewa dalam penyelesian kandidat universitas.”
Menteri Wu juga menegaskan, selain program-program bahasa asing kedua ini, Kementrian Pendidikan juga berencana mempromosikan pendidikan bahasa Tionghoa bagi anak-anak imigran baru di Taiwan, untuk memudahkan mereka mengadaptasi dalam kehidupan masyarakat Taiwan.