(Taiwan-ROC) – Pada tanggal 4 Desember 2015, Yayasan Pusat Evaluasi dan Akreditasi Pendidikan Tinggi, mengadakan workshop internasional tahun ke-10. Menteri Pendidikan, Wu Se-hwa (吳思華), dalam workshop tersebut mengatakan, era tingat kelahiran rendah, era globalisasi, era digitalisasi, telah menjadi tren dalam sistem pembelajaran dan pengajaran pelajar saat ini. Oleh karena itu, diharapkan dalam 5-10 tahun ini, setiap universitas dapat menemukan posisi dan karakter masing-masing serta memberikan pelatihan. Selain itu, saat industry diseluruh dunia mengalami perubahan, para pelajar Taiwan siap mengikuti arus, terutama dapat mencari keseimbangan dalam hubungan internasional dan perkembangan daerah.
Wu Se-hwa mengatakan, “Kita membutuhkan berbagai jenis SDM yang berbakat, SDM yang berbakat dapat memimpin kemajuan negeri ini. Namun, setiap industry juga membutuhkan SDM yang sesuai untuk mendukung kemajuan mereka.”
Wu Se-hwa mengatakan, tingkat kelahiran yang rendah saat ini telah menjadi permasalahan bagi beberapa sekolah tidak dapat membuka pendaftaran mahasiswa baru. Namun Kementerian Pendidikan telah mengumumkan, terhadap sekolah yang diperiksa jumlah pendaftaran pelajar baru tahun ajaran 2015 menurun 30%, dalam “Undang-Undang Inovasi dan Transformasi Pendidikan Tinggi”, Kementerian Pendidikan berharap dapat membantu sekolah-sekolah tersebut untuk menemukan kesempatan baru.
Menteri Pendidikan mengatakan, “Terhadap pemetaan pendidikan tinggi dimasa mendatang, kami berpendapat, mencabut, menetapkan, perubahan, 3 hal yang harus dilaksanakan bersamaan. Ini merupakan hal yag sangat sulit dilakukan. Namun juga kondisi yang tidak bisa dipungkiri lagi.”
Wu Se-hwa mengatakan, Kemeterian Pendidikan saat ini telah memetakan garis besar pendidikan tinggi dan berharap setiap universitas dapat melakukan inovasi pembelajaran dan inovasi daerah yang disatukan dengan 5 jenis lainnya. Secara bersamaan, dapat memisahkan pembelajaran dan penelitian. Ada sekolah yang mungkin dapat focus dipembelajaran, tidak melakukan penelitian. Ada sekolah yang mungkin dapat mendirikan pusat penelitian, sehingga dapat membantu menyelesaikan masalah internasional maupun sosial.
Dia juga menekankan, saat setiap sekolah menunjukkan kekhassannya masing-masing, pendidikan tinggai dimasa mendatang juga akan menunjukkan indeks kualitasnya dan tidak sepenuhnya kuantitatif sehingga masyarakat dapat merubah sikapnya, merubah evaluasi menjadi sebuah apresiasi, berbagi dan pertumbuhan. Bukan dengan memberikan arahan atau permintaan yang negative.