(Taiwan-ROC) Dalam rangka mempromosikan pengembangan wilayah industri bioteknologi Nangang, Taipei, Biro Administrasi Kereta Api (TRA), Kementerian Transportasi dan pemerintahan kota Taipei, hari Jumat (4/12) menandatangani perjanjian kerja sama, nantinya perencanaan stasiun Nangang dan kawasan bisnis timur Taipei,
dimana untuk kedepannya pemerintah kota Taipei akan merencanakan pengembangan dan pembangunan serta memberikan bantuan terkait di lahan yang disediakan TRA, kedua belah pihak bekerja sama membangun stansiun transit bis di Nangang dan sisi timur kawasan industri sebagai stasiun transit, industri bioteknologi, tempat tinggal publik dan lain sebagainya, dan untuk mewujudkan target mengembangkan infrastruktur bagi penduduk dan kawasan perindustrian bioteknologi di distrik timur kota Taipei.
Ker Wen-jer menyampaikan, lahan tanah ini termasuk Taman Nasional Bioteknologi Academia Sinica, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan dan nantinya biro kesehatan kota Taipei juga akan berdomisili di sini. Dengan dibukanya stasiun HSR (High Speed Rail) Nangang, dari Nangang hingga ke kawasan industri Hsincu dapat ditempuh dalam waktu 35 menit, ini dapat mendorong perkembangan ekonomi. Ker Wen-jer mengatakan , “Stasiun bis Nangang dalam waktu singkat akan menjadi stasiun HSR, jarak tempuh dari stasiun Nangang ke Hsincu hanya 35 menit, seperti yang tadi dikatakan, setiap hari ada 50 kali pemberangkatan, sehingga membentuk jalinan biotek di wilayah utara, dari Nangang ke Taipei lalu ke Hsincu.
Ketua TRA, Cou Yung-hui mengemukakan, nantinya stasiun Nangang ada 3 jalur kereta, ada jalur menuju ke Hualien, Taitung yang merupakan stasiun penting, mereka berharap stasiun Nangkang dapat menjadi jalur ekonomi baru. Cou Yung-hui juga sangat berterima kasih pada pemerintahan kota Taipei atas terbinanya kerja sama yang membawa perubahan struktur mekanisme secara keseluruhan, ia beranggapan ini tidak saja menguntungkan warga kota Taipei, tetapi juga menjadi mekanisme perkembangan transportasi penting bagi Taiwan.