History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Chen Hsiung-wen: Jumlah Pelajar Tionghoa Perantau Menetap di Taiwan Sedikit, Tidak Akan Mengakibatkan Beban Baru

  • 03 December, 2015
  • Editor
Chen Hsiung-wen: Jumlah Pelajar Tionghoa Perantau Menetap di Taiwan Sedikit, Tidak Akan Mengakibatkan Beban Baru
Chen Hsiung-wen: Jumlah Pelajar Tionghoa Perantau Menetap di Taiwan Sedikit, Tidak Akan Mengakibatkan Beban Baru

        (Taiwan, ROC) – Pihak Yuan Eksekutif belum lama ini memperlonggar kebijakan perekrutan pekerja asing professional dan batasan untuk menetap bekerja di Taiwan bagi para pelajar Tionghoa Perantau dan buruh migran. Tetapi kebijaksanaan ini dikhawatirkan oleh berbagai pihak akan dapat mempengaruhi standar gaji yang ada di dalam negeri atau bahkan memberikan tekanan bagi para generasi muda dalam persaingan merebut lapangan pekerjaan. Menteri Ketenagakerjaan, Chen Hsiung-wen pada hari Kamis tanggal 3 November di Yuan Eksekutif menyampaikan bahwa jumlah pelajar Tionghoa Perantau yang ingin menetap bekerja di Taiwan setiap tahunnya paling banyak berjumlah 10 ribu orang. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa prosentase yang tercapai malah jauh lebih sedikit dibandingkan yang diprediksi. Selain itu, di Taiwan sendiri setiap tahunnya akan menghasilkan 300 ribu lulusan universitas yang akan langsung terjun ke masyarakat dan bekerja. Untuk itu, Chen menganggap bahwa dengan adanya pelonggaran kebijaksanaan yang diambil tidak akan mempengaruhi kesempatan kerja bagi masyarakat Taiwan sendiri.

Chen Hsiung-wen dalam jumpa pers yang digelar di Yuan Eksekutif menyebutkan bahwa pada tahun lalu pihak MOL membuka kesempatan bagi 2.500 pelajar asing yang ingin menetap dan bekerja di Taiwan, namun dari 5.800 lulusan universitas, yang memutuskan menetap hanya 1.700 orang.

Chen Hsiung-wen mengatakan, “Pada kenyataannya, jika 1.700 orang dibandingkan dengan 350 ribu orang, maka prosentasenya sangat kecil. Pelajar asing yang berada di Taiwan kini hanya berjumlah 10 ribu siswa, jika memang bersedia menetap di Taiwan, juga hanya akan bertambah 10 ribu orang. Tetapi yang akan menetap tidak sebanyak itu. Oleh sebab itu, jumlah pelajar Tionghoa Perantau ditambah dengan pelajar asing lainnya jumlahnya tidak lebih dari 15 atau 16 ribu orang. Jika mereka menetap di Taiwan, juga tidak akan memberikan beban tekanan bagi masyarakat Taiwan sendiri dalam mencari pekerjaan.”

        Sehubungan dengan kekhawatiran akan terjadinya penurunan standar gaji yang ada di dalam negeri, khususnya setelah adanya kebijaksanaan pelonggaran waktu kontrak bagi buruh migran asing, Chen Hsiung-wen menjawab bahwa sekalipun sebelumnya tidak ada pelongaran kebijaksanaan, gaji dalam negeri di Taiwan juga telah berhenti perkembangannya selama lebih dari 10 tahun. Jika dengan adanya kebijaksanaan baru, kemudian malah mengkhawatirkan masalah penurunan standar gaji, Chen menggap hal tersebut tidak logis. Chen Hsiung-wen menambahkan bahwa standar gaji di Taiwan memang tidak tinggi, sehingga mempercepat berlalunya para profesional yang mencari pekerjaan baru yang menjanjikan. Chen juga mengusulkan jika ingin menarik minat kaum professional asing untuk tetap bekerja di Taiwan, maka Taiwan harus dapat mengajukan kondisi atau faktor kesejahteraan pegawai yang lebih baik lagi.

Komentar

Terbarumore