History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Ekonomi Melesu, Angka PMI Bulan Nopember Menurun 5 Bulan Berturut-turut

  • 01 December, 2015
  • Editor
Ekonomi Melesu, Angka PMI Bulan Nopember Menurun 5 Bulan Berturut-turut
Angka PMI Bulan Nopember Menurun 5 Bulan Berturut-turut

(Taiwan, ROC)- Institut penelitian ekonomi Chunghwa(CIER) pada hari ini(1/12) merilis indeks manajer pembelian(PMI) untuk manufaktur bulan Nopember menunjukkan turun hingga 45,1% selama 5 bulan berturut-turut adanya penyusutan; sementara untuk indeks pembelian non manufaktur(NMI) juga turun hingga 48,7%, kedua jenis ini mengalami penurunan 50%.  Ketua CIER Wu Chung-chu mengatakan, ini menunjukkan kondisi perekonomian Taiwan masih dalam tahap penyesuaian yang lemah.

 

CIER pada tanggal 1 Desember mengumumkan indeks PMI manufaktur bulan Nopember mencapai 45,1%, dibandingkan bulan Oktober 46% turun 0.9 poin, selama 5 bulan berturut-turut mengalami penyusutan, sementara NMI di bulan Oktober 50,8% turun 2,1 poin, mencapai 48,7%, kedua angka ini mengalami penurunan.

  

Hal yang patut diperhatikan adalah, dilihat dari angka PMI semenjak Oktober 2011, hanya ada permulaan penyusutan berjalan satu tahun, setelah itu semenjak Desember 2012 berubah normal, atau dapat dikatakan, sementara ini angka PMI selama 5 bulan berturut-turut mengalami penurunan, jika dilihat dari yang terdata, ini merupakan masa penyusutan terpanjang ke-2.

  

Ketua Wu Chung-shu mengatakan, dari kedua angka ini menunjukkan penyusutan, menandakan arah perkembangan ekonomi Taiwan masih dalam kondisi lemah; akan tetapi jika dilihat dari kondisi perusahaan di paruh tahun berikutnya, baik manufaktur maupun non-manufaktur, tampak kedua angka ini mulai stabil.

  

Wu Chung-chu mengatakan: “baik manufaktur maupun non-manufaktur, angkanya belum dikategorikan tinggi, dianggap kondisi cenderung lemah, namun kita lihat dari skala, sebagian industri dalam angka yang terlihat dibandingkan dengan bulan lalu naik.”

Wu Chung-chu mengatakan, sementara ini industri informatika, pergudangan, makanan dan tekstil semua indeks industri kembali normal, ekonomi secara keseluruhan mulai berputar maju namun tetap melemah dan masih diperlukan pengamatan lebih lanjut.

  

Wu Chung-shu menekankan, Hongkong, Korea Selatan, Singapura dengan angka PMI secara beberapa bulan berturutan juga mengalami penurunan,hal ini menunjukkan masalah bukan pada satu negara akan tetapi adalah satu kawasan bahkan menjadi masalah dunia.

Komentar

Terbarumore