(Taiwan-ROC) – Seorang aktivis hak asasi pendidikan dan anak-anak yang penerima penghargaan Nobel tahun 2014 dari India, Kailash Satyarthi, dalam kunjungannya ke Taiwan pada awal tahun 2015 ini, telah menjadikan sepasang pria dan wanita yang mendampinginya selama 5 hari menjadi sepasang kekasih dan merayakan pesta pernikahannya pada tanggal 26 dan 27 November. Kailash Satyarthi sambal tersenyum mengatakan, pernikahan ini disatukan oleh Taiwan.
Pada malam pesta pernikahan yang diselenggarakan pada tanggal 26 November dari mempelai wanita, Satyarthi dengan bahagia mengatakan, ada peribahasa berakata “Pernikahan dipersatukan oleh Yang Maha Kuasa”, namun olehnya, diganti menjadi “Pernikahan dipersatukan oleh Taiwan”. Ia mungkin akan sering-sering membawa anak-anak muda ke Taiwan untuk dapat menyatukan menjadi beberapa pasangan.
Satyarthi mengatakan, saat kunjungan undangan dari Pemerintah Taiwan pada tanggal 14-18 Januari lalu, menjelaskan seputar sukarelawan dan petugas dalam organisasi yang didirikannya, Gerakan Perlindungan Anak-Anak (BBA) termasuk Aditya Mishra, salah seorang sukarelawan BBA di Old Delhi, dan Paroma Bhattacharya, sukarelawan di BBA pusat, New Delhi.
Aditya mengatakan, awalnya dia tahu di BBA pusat ada Paroma tapi sama sekali tidak kenal. Namun perjalanan 5 hari di Taiwan membuatnya merasa senang.
Paroma mengatakan, pada perjalanan 5 hari di Taiwan, membuatnya mengenal perlahan-lahan seorang Aditya. Setelah kembali ke India, dikarenakan urusan pekerjaan sehingga mempertemukan mereka. Semakin akrabnya hubungan mereka membuatnya jatuh ke sungai cinta. Tidak sampai 1 tahun, diputuskan untuk hal yang besar ini.