(Taiwan, ROC) – Berdasarkan laporan dari pemberitaan media asing, pemerintah Amerika diprediksi akan mengumumkan pelaksanaan penjualan senjata bagi Taiwan tahap pertama pada bulan Desember mendatang. Pihak Kementrian Luar Negeri pada hari Kamis tanggal 26 November menjelaskan bahwa pihaknya mempersilahkan pihak pemerintah Amerika untuk dapat mengimplementasikan Hubungan Taiwan-Amerika dan komitmen pelaksanaan pengamanan kawasan, dengan menyediakan perlengkapan senjata jenis pertahanan diri dan pelayanan terkait lainnya. Namun karena belum adanya pengumuman resmi yang diberikan dari pihak pemerintah, maka pihak Kemenlu juga tidak akan memberikan tanggapan dan rincian detail penjualan senjata dari pihak Amerika kepada Taiwan.
Media Bloomberg News pada hari Rabu tanggal 25 November waktu setempat, berdasarkan nara sumber yang tidak dipublikasikan dari pejabat militer Amerika, memberitakan bahwa pemerintah Obama akan mengumumkan program penjualan senjata kemiliteran kepada Taiwan senilai US$ 1 milyar. Pakar dan penulis kolom HanKam Nasional dan urusan Internasional dari Bloomberg News, Josh Rogin, dalam artikelnya menuliskan bahwa detail isi dari program penjualan tersebut belum mencapai tahap final, namun diperkirakan akan meliputi kapal induk berpeluru kendali, kendaraan tempur amphibi 2 tingkat tipe AAV7, helikopter tempur Apache tipe AH-64, peluru kendali Stringer, peluru kendali anti tank tempur dan peluru kendali anti tank terpandu.
Pihak DPR Amerika sendiri selama ini terus mengajukan kepada pemerintah Obama agar dapat mengupayakan penjualan pesawat tempur F-16C/D kepada Taiwan. Namun hingga saat ini masih belum ada kepastian yang jelas. Program penjualan senjata kepada Taiwan kali ini berkemungkinan akan kembali membuat hubungan antara Daratan Tiongkok dengan Amerika kembali tegang setelah selang 4 tahun silam. Sekalipun Obama belum dapat memastikan waktu penjualan yang akan dilaporkan kepada pihak DPR Amerika, namun pihak Amerika sendiri juga menyatakan telah siap sedia menghadapi sikap protes berat yang akan diajukan oleh pihak Daratan Tiongkok.
Pejabat dari pihak Amerika tersebut juga menambahkan setelah usainya rapat Cop21 yang digelar di Paris tentang prakarsa antisipasi pemanasan global, mengumumkan bahwa pemerintah Amerika berharap dapat merealisasikan program penjualan tersebut sebelum berlangsungnya pemilu yang akan digelar di Taiwan pada bulan Januari mendatang.