(Taiwan, ROC) – Paham teroris kembali marak. Dalam video rekaman yang disebarkan oleh kelompok teroris ISIS juga menampilkan bendera Republik Tiongkok yang dimasukkan ke dalam daftar aliansi anti teroris. Hal ini juga mengkhawatirkan masyarakat umum akan adanya penargetan Taiwan sebagai sasaran teroris selanjutnya. Seusai Presiden Obama dari Amerika menyebutkan Taiwan menjadi salah satu anggota aliansi anti teroris, legislator dari partai KMT, Chiu Wen-yen pada hari Kamis tanggal 26 November dalam rapat interpelasi Dewan Urusan Dalam Negeri Yuan Legislatif, menyampaikan bahwa beberapa waktu terakhir ada warga dari Daratan Tiongkok yang menjadi korban ISIS, dan mempertanyakan kemungkinan bagi kedua belah pihak untuk dapat menjalin kerjasama dengan berdiri di garis pertama dalam penanganan masalah teroris yang ada.
Andrew Hsia mengatakan, “Saya pikir, berkenaan dengan data aliansi anti teroris ISIS yang dikeluarkan oleh Amerika, Daratan Tiongkok juga salah satu di antaranya, demikian juga dengan kita. Selain itu kedua belah pihak memiliki kesepakatan dalam memerangi tindakan kriminal. Pihak manapun yang ingin berperang melawan teroris, juga akan ada kesepakatan terkait untuk menjalankannya.”
Sehubungan dengan diskusi kerjasama perdagangan antar selat masih belum mencapai kesepahaman sekalipun telah berjalan hingga yang ke 12 kalinya, masing-masing pihak masih memiliki pendapat yang berbeda terkait masalah penurunan pajak bea cukai dan batas keterbukaan pasar. Untuk saat ini dijadwalkan pembahasan yang ke 13 kalinya akan digelar di Taipei pada pertengahan bulan Desember mendatang.
Andrew Hsia mengharapkan kesepahaman dapat segera terbentuk pada akhir tahun ini. Hal ini bukan didasari oleh pertimbangan politik, tetapi karena kebutuhan dan tren dunia internasional.
Andrew Hsia mengatakan, “Tidak ada unsur politik, kedua belah pihak beranggapan bahwa seluruh negara di dunia merasakan adanya kemajuan besar dengan penandatanganan FTA. Banyak juga pengusaha Taiwan yang berpendapat tanpa adanya perjanjian kesepakatan, maka akan kehilangan daya saing dalam pasar Daratan Tiongkok. Diharapkan pemerintah dapat mempercepat pelaksanaannya, dan kami hanya mewujudkan permintaan dari para pengusaha Taiwan.”
Sehubungan dengan adanya kelompok masyarakat yang menjalani aksi protes di depan gedung Yuan Legislatif, yang meragukan pemerintah dalam menangani hal sensitif berkenaan dengan produk pertanian olahan dan batasan minimum yang diberikan untuk produk pangan hasil olahan. Andrew Hsia menjelaskan bahwa berkaitan dengan kekhawatiran tersebut, instansi terkait akan mengawasinya semaksimal mungkin.