(Taiwan, ROC) – Agar masyarakat Taiwan mengetahui pemerintah selama bertahun-tahun terus menggalakan kebijakan konservasi energi dan rendah karbon, Presiden Ma Ying-jeou pada hari ini(24/11) mengelar wisata rendah karbon selama 2 hari 1 malam, untuk pemberhentian pertama di perusahaan CPC di pabrik gas alam Taichung, juga diikuti perdana menteri Mao Chih-kuo, Menko John Teng Chen-chung, Menteri administrasi perlindungan alam Wei Kuo-yen untuk mendengarkan audio visual dan laporan terkait.
PM Mao mengatakan, pada bulan Desember mendatang PBB akan mengadakan pertemuan konvensi perubahan iklim di Paris, dalam pertemuan ini akan menentukan standar rendah karbon internasional terbaru, dikarenakan standar emisi karbon juga akan mempengaruhi kinerja perekonomian domestik dan perdagangan, menjadi sorotan pemerintah dan secara aktif mengembangkan rumah kaca sebagai komitemen tindakan rendah karbon, juga mengusulkan "kontribusi suatu negara dalam pengendalian perubahan iklim atau INDC".
PM Mao mengatakan : “target kami kira-kira hingga di tahun 2030 berharap dapat mengadopsi standar rendah karbon di tahun 2005 lebih rendah 20%, atau dapat dikatakan, di tahun 2030 sasaran INDC seharusnya ini adalah sasaran yang lebih berarti.”
Presiden Ma Ying-jeou mengatakan : “ribuan mesin pembangkit listrik di laut maupun di darat, jutaan atap rumah tenaga surya, semua ini sedang digarap, dan dibandingkan sebelumnya diproduksi lebih cepat, namun yang menjadi masalah besar adalah dari kedua jenis sumber energi terbarukan bukan alat pembangkit listrik, tidak dapat menggantikan energi fosil atau nuklir, apakah kita mampu untuk tetap stabil dengan mengurangi penggunaan nuklir, maka harus melihat beberapa waktu ini apakah sumber energi terbarukan dapat menggantikan, untuk saat ini sepertinya sangat tidak mudah.”
Presiden menambahkan, setelah kejadian ledakan nuklir di Fukushima Jepang kemudian menghentikan operasi pembangkit listrik nuklir diganti dengan gas alam, akan tetapi berdampak pada perkembangan ekonomi menjadi melesu. Beliau beranggapan, kebijakan sumber energi secara keseluruhan perlu mempertimbangkan sumber energi pelengkap lainnya, dengan demikian bisa mendapatkan gabungan sumber energi yang cocok, inilah yang menjadi sasaran terpenting.