(Taiwan, ROC) – Presiden Amerika Serikat Barack Obama dalam jumpa pers internasional tanggal 22 November yang lalu sebelum menghadiri pertemuan AS-ASEAN dalam KTT tersebut di Kuala Lumpur, Malaysia menyampaikan, dalam beberapa tahun belakangan ini, Amerika dan negara sahabat di Asia juga menjadi korban dari terorisme, diantaranya adalah mitra Amerika yang anti teroris, menghadiri pertemuan ini adalah kesempatan kerjasama bagi negara-negara sahabat aliansi anti ISIS di Asia Pasifik. Ia menyampaikan, aliansi anti ISIS di Asia Pasifik termasuk Australia, Kanada, Jepang, Malaysia, Selandia Baru, Singapura, Korea Selatan dan Taiwan. Obama menuturkan, lebih dari 1 tahun yang lalu, Amerika membentuk aliansi antis ISIS, kira-kira ada 65 negara yang ikut, karena pergerakannya berpusat pada Amerika sehingga kontribusi dari mitra-mitra lain terabaikan.
Wakil Menteri Dalam Negeri Chen Chwen-jing (陳純敬) hari ini (23/11) saat menghadiri sidang interplasi di Yuan Legislatif menyampaikan, intansi terkait terus melakukan tukar informasi dengan Amerika dan negara-negara Asia Tenggara, pekerjaan ini bermanfaat bagi keamanan perbatasan Republik Tiongkok.
Wamenlu Chen menyampaikan : Sebetulnya Agen Polisi Nasional kita menempatkan liaison di banyak negara Asia Tenggara, sehingga ada pertukaran informasi, termasuk untuk bagian perbatasan dibawah tanggung jawab Ditjen Imigrasi, juga ada pertukaran informasi dengan Amerika dan negara-negara lain, semuanya ada jalinan kerjasama, sehingga pemeriksaan informasi sebelum terbang sudah dilakukan, sebetulnya hal yang sedikit demi sedikit ini dikumpulkan agar dapat memperkokoh keamanan nasional Taiwan.
Wakil Komandan Laksamana Pu Ze-chun (蒲澤春), Kementerian Pertahanan (MND) di Yuan Legislatif menyampaikan, tentu saja Amerika memasukan Taiwan dalam strategi internasionalnya, tentara nasional akan melakukan latihan, melakukan tugasnya sebaik mungkin.
Kemenlu Republik Tiongkok menyampaikan, Taiwan memberikan bantuan dan pertolongan kemanusiaan, tidak ikut dalam aksi militer, terima kasih atas apresiasi kepada Obama.
Juru bicara Kemenlu Eleanor Wang (王珮玲) menyampaikan, tingkat saling percaya Taiwan-AS sangat tinggi, komunikasi lewat berbagai jalur dan tingkatan menjalin kerjasama di bidang politik, ekonomi dan keamanan, terutama di tahun ini kedua belah pihak telah membangun “Kerangka Kerjasama dan Pelatihan Global” untuk memperkokoh kemampuan bantuan kemanusiaan global.
Mengenai kerjasama anti terorisme, ia menyampaikan, peran utama Taiwan adalah membantu negara-negara yang membutuhkan bantuan dan pertolongan kemanusiaan, sampai tahap ini, bantuan kemanusiaan Taiwan kepada pengungsi Timur Tengah mendapat apresiasi dari Amerika dan dunia.
Ia melanjutkan, saat ini untuk kawasan Timur Tengah, Taiwan mengutamakan bantuan kemanusiaan, namun tidak ikut dalam aksi militer, MOFA berterima kasih kepada Obama yang telah memberikan apresiasi atas kontribusi bantuan kemanusiaan Taiwan.