History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

USA Today, Presiden Ma Jelaskan Pertemuan Ma-Xi

  • 23 November, 2015
  • Editor
USA Today, Presiden Ma Jelaskan Pertemuan Ma-Xi
USA Today, Presiden Ma Jelaskan Pertemuan Ma-Xi

(Taiwan, ROC) – Atas nama Presiden Republik Tiongkok, Ma Ying-jeou (馬英九) hari ini (23/11) di koran USA Today, Amerika Serikat menyampaikan rubrik yang bertemakan “When I said 'Mr Xi'” (Ketika saya menyebut bapak Xi).

Dalam rubrik tersebut, presiden menyampaikan sejak terjadi perang bersaudara antara partai KMT dengan Komunis pada tahun 1945 dimana Chiang Kai-shek bertemu dengan Mao Ze-dong, selama 70 tahun, pemimpin kedua belah pihak tidak lagi pernah bertemu. 7 November, beliau sekalu pemimpin Taiwan bertemu dengan pemimpin Daratan Tiongkok bertemu di Singapura, dengan saling menyebut “Bapak” dan bukan “Presiden atau kepala partai” serta tagihan makan malam dibagi rata. Presiden menegaskan, tujuan utama pertemuan dengan Xi Jin-ping hanya ada satu, yaitu memperkokoh perdamaian dan kemakmuran yang belum pernah ada di perairan Taiwan.

Presiden menyampaikan, ada beberapa hal yang telah dipersiapkan sebelumnya, didalam negeri yaitu membangun prosedur transparan yang dapat dipercaya oleh rakyat. Untuk hubungan antar selat, membangun metode yang dilandasi saling percaya di masa depan bagi pemimpin dua belah pihak. Untuk hubungan internasional, beliau dan Xi Jin-ping bersama-sama ingin menyampaikan secara tegas, ini juga sesuai dengan memaksimalkan keuntungan bersama yaitu Taiwan, Daratan Tiongkok dan Amerika Serikat. Pertemuan ini menunjukan bahwa antar selat telah membangun damai untuk menyelesaikan pertikaian, telah membangun jembatan di perairan Taiwan, membangun metode yang baru agar pemimpin kedua belah pihak dengan cara yang sederajat dan terhormat terus bertemu.

Ini merupakan kesempatan pertama bagi pemimpin dua belah pihak secara terbuka untuk bertemu dibawah “konsensus 92”, juga dibawah ketegasan dua pihak “Satu Tiongkok”, namun sepakat dibawah konotasi “Satu Tiongkok” memiliki persepsi masing-masing. Bagi Taiwan sendiri, “Satu Tiongkok” adalah Republik Tiongkok, “Konsensus 92” adalah landasan antar selat yang paling penting dan terpisah menjadi dua belah pihak seperti sekarang ini sudah ada sejak awal. Dalam pertemuan itu, pihak kita juga untuk pertama kalinya menyampaikan secara langsung soal penempatan rudal yang mengarah ke Taiwan, serta tekanan ruang gerak internasional Taiwan, beliau meminta agar Xi Jing-ping dapat menunjukan sikap ramah dan mengambil tindakan.

Kepala negara menyampaikan, pertemuan Ma-Xi mendapat perhatian dunia dan dari survey dalam di dalam negeri juga mendapat dukungan dari rakyat. Selama menjabat 7 tahun, selain penandatanganan 23 perjanjian antar selat, pertemuan ini adalah puncak dari perjalanan yang panjang, lewat kesempatan ini, pemimpin kedua belah pihak telah memastikan bahwa lewat perdamaian baru dapat mewujudkan keuntungan bersama. Apabila tidak ada niat baik yang dipupuk sedikit demi sedikit dalam 7 tahun ini, pertemuan dengan Xi Jin-ping di Singapura yang dilandasi kepercayaan itu tidak mungkin akan terlaksana. Presiden menyampaikan, saling percaya sangat mahal harganya dan juga sangat rentan, ia terbentuk diatas landasan “Konsensus 92” yang “Satu Tiongkok, berdasar persepsi masing-masing”, namun ada orang yang menyebutnya sebagai kesepakatan “yang buram”, baik itu buram atau tidak tapi ia bekerja dengan baik dan bahkan sampai saat ini adalah peta biru untuk perdamaian antar selat, beliau yakin siapapun yang akan menjabat sebagai presiden berikutnya, apabila tetap berpegang pada landasan “konsensus 92” maka akan dapat mempertahankan perdamaian dan kemakmuran perairan Taiwan.

Komentar

Terbarumore