(Taiwan, ROC) – Direktorat Jenderal Anggaran, Akutansi dan Statistik (DGBAS) Senin (23/11) ini melansir laporan tingkat pengangguran Taiwan bulan Oktober 3,90%, dibandingkan bulan sebelumnya bertambah 0.01% atau bertambah sekitar seribu orang, total 455 ribu orang. DGBAS menyampaikan, tingkat pengangguran kali ini disebabkan iklim ekonomi termasuk menurunnya jumlah jam lembur industri manufaktur, karena menyusutnya pemesanan atau bangkrut, namun tetap angka terendah untuk bulan yang sama dalam 15 tahun.
Disampaikan pula bahwa, lesunya iklim ekonomi menyebankan angka pengangguran di bulan Oktober bertambah, selain itu dengan berkurangnya jam kerja untuk bulan September juga lebih rendah dari bulan Oktober. Wakil kepala devisi Sensus Nasional, DGBAS, Chang Yun-yun (張雲澐) menjelaskan “Dari tingkat pengangguran yang disampaikan tadi, jumlah pengangguran yang disebabkan oleh menyusutnya pemesanan atau karena bangkrut serta data jam lembur industri manufaktur sehingga berdampak kepada pasar buruh kita.”
Kendati tingkat pengangguran di bulan Oktober bertambah namun tetap terendah dalam 15 bulan di bulan yang sama serta jumlah orang yang terjun ke lapangan kerja terus bertambah, oleh karena itu kecenderungan pasar buruh masih harus tetap mengamati kondisi ekonomi serta kebutuhan buruh pelaku bisnis.