History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Roket Demi Korban Rusia dan Paris untuk ISIS

  • 21 November, 2015
  • Editor
Roket Demi Korban Rusia dan Paris untuk ISIS
Roket Demi Korban Rusia dan Paris untuk ISIS

(Taiwan, ROC) – Demi membalaskan dendam korban serangan terorisme di Rusia dan Paris, angkatan udara Rusia, saat sebelum melakukan penyerangan ke markas Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), menuliskan diatas kedua roket “untuk rakyat kami” dan “untuk Paris”. Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, ini merupakan “paket kilat udara” dari tentara Rusia untuk ISIS.

Salah satu perusahaan penerbangan Rusia, Kogalymavia Airbus A321, pada tanggal 31 Oktober, jatuh di semenanjung Sinai akibat bom yang diledakkan ISIS di dalam pesawat. Selain itu Perancis juga menjadi korban serangan beruntun pada tanggal 13 November malam dan kedua serangan ini menyebabkan banyak korban.

Kedua pemerintah, Rusia dan Perancis, memperkuat serangan mereka ke ISIS setelah mendapat serangan tersebut.

Demi membalaskan dendam para korban serangan di Rusia dan Perancis, angkatan udara Rusia yang bertugas melakukan penyerangan di daerah operasional ISIS, saat sebelum terbang, menuliskan “untuk rakyat kami” dan “untuk Paris” di masing-masing kedua roket pesawat mereka.

Kementerian Pertahanan Rusia pada tanggal 20 November, telah mengumumkan video tersebut di situs resmi mereka. Selain itu, dalam Facebook resminya juga menuliskan “Paket kilat udara dari angkatan udara dan teknisi Rusia untuk teroris” yang pada akhirnya kedua roket ini telah menghancurkan sumber perekonomian ISIS.

Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu mengatakan, gelombang serangan udara ini dinamakan “gerakan balas dendam”. Dalam beberapa hari ini telah menghancurkan 15 kilang minyak dan lebih dari 500 tanker minyak ISIS. Setidaknya telah mengurangi pasokkan minyak ISIS pada pasar gelap sedikitnya 60 ribu ton atau kerugian sekitar US$ 1,5 juta.

ISIS selama ini telah menduduki 6 ladang minyak di Suriah dan lading minyak Irak bagian utara. Perekonomian mereka bergantung dari penjualan ke pasar gelap yang diperkirakan setiap harinya ada sekitar US$ 2 juta yang masuk ke kas mereka.

Setelah Pemerintah Rusia memastikan bahwa kejadian Kogalymavia Airbus A321 adalah aksi terorisme, segera melakukan konsentrasi serangan di pusat militer dan kemudian berpindah menyerang pusat keuangan dan ekonomi ISIS.

Berdasarakan data statistik Kementerian Pertahanan Rusia, terhitung sejak tanggal 30 September, Rusia telah melakukan 2,000 serangan udara dan armada laut telah menembakkan 26 buah rudal penjelajah terhadap daerah kekuasaan ISIS. Serangan ini telah menghabiskan ratusan militant dan menghancurkan sekitar 3,000 fasilitas

Komentar

Terbarumore