(Taiwan, ROC) – Forum APEC tingkat pimpinan ekonomi dari masing-masing anggota atau AELM tahun 2015 digelar pada hari Kamis tanggal 19 November, dengan mengambil tempat di Philippine International Convention Center. Ketua rombongan dari pihak Taiwan yang menggunakan nama Chinese-Taipei dalam keanggotaan APEC, Vincent Siew, usai berfoto bersama dengan para perwakilan dari negara lain, semua tamu undangan tampak segera masuk ke dalam ruang rapat yang dilakukan secara tertutup untuk umum.
Vincent Siew sendiri pada hari yang sama di pagi hari sebelum rapat dimulai, sempat melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Jepang, Shinjo Abe, guna melakukan pertukaran informasi. Vincent Siew sendiri juga menjelaskan bahwa pihak Taiwan menggunakan sudut pandang “Hubungan Kerja Sama Khusus” antara Taiwan dengan Jepang. Dalam beberapa tahun terakhir ini, kedua belah pihak juga telah mencapai berbagai kesepakatan di berbagai bidang. Ini juga merupakan bukti adanya kemajuan dalam jalinan hubungan yang tercipta. Selain itu, Vincent Siew juga tak lupa menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Jepang atas dukungannya kepada Taiwan selama ini. Tentu saja tak terlupakan tugas penting yang harus dilakukan oleh Vincent Siew berkenaan dengan masalah sosialisasi dengan berbagai negara yang bersangkutan, agar Taiwan dapat memiliki kesempatan mengikuti pembahasan tahap kedua berkenaan dengan masalah keanggotaan Hubungan Kerjasama Trans Pasifik atau TPP.
Dalam pertemuan tersebut, Vincent Siew juga tidak lupa menjelaskan perkembangan dan alasan utama Presiden Ma Ying-jeou menghadiri Pertemuan Ma-Xi belum lama ini di Singapura. Hal ini tentu tidak terlepas dari perbaikan hubungan antar selat dan pembangunan yang damai, serta kestabilan kawasan, agar semuanya dapat memberikan kontribusi yang baik dan aman bagi seluruh masyarakat.
Untuk masalah peraturan yang diterapkan terhadap produk makanan impor asal Jepang, kedua belah pihak juga telah memastikan akan terus mengupayakan semaksimal mungkin sistim kerjasama yang akan digunakan dalam menjaga kwalitas produk makanan yang masuk ke Taiwan, dan perijinan masuk yang lebih rasional bagi produk makanan asal Jepang ke Taiwan.