(RTI/ANTARA) - World Wildlife Fund (WWF) Papua mengungkapkan bahwa Provinsi Papua tiap tahunnya kehilangan 1,4 miliar dolar AS dari nilai ekonomi hasil penebangan pohon yang tidak sesuai hukum yang terjadi di wilayah tersebut. Hal tersebut dijelaskan Benja Victor Mambai, Director of Papua Program WWF.
Dijelaskannya, kehilangan nilai ekonomi sebesar itu karena selama ini masyarakat adat sebagai pemilik lahan kerap memberikan kewenangan kepada para pengusaha kayu untuk menebang pohon yang ada di tanah mereka.
Menurutnya, bila masyarakat diberikan ijin lalu diberikan kewajiban untuk penuhi kewajiban membayar ijin dan pajak maka orang akan berusaha untuk bekerja dengan sungguh-sungguh.
Mambai menilai, untuk mengatasi hal ini, perlu ada perhatian dari pemerintah pusat mengenai ijin pengelolaan dari masyarakat adat. Bila sekarang ada indikasi bahwa pengusaha ini ada berlindung di masyarakat adat karena adat yang berikan ijin kepada mereka.