History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Penelitian Kerjasama Taiwan dan Jepang Ciptakan Kaca Pintar

  • 18 November, 2015
  • Editor
Penelitian Kerjasama Taiwan dan Jepang Ciptakan Kaca Pintar

(Taiwan, ROC) – Fakultas Mesin Universitas Nasional Taiwan bekerjasama dengan Institut Nasional Bidang Material Jepang atau NIMS, pada hari Selasa tanggal 17 November mengumumkan 2 hasil penemuan penelitian yang dilakukan, antara lain membuat kaca yang dapat berubah menjadi gelap dalam kurun waktu 2 detik, yang dapat dipergunakan untuk kebutuhan kaca mobil dan bangunan gedung, serta penemuan minyak yang diambil dari rumput laut hingga partikel berukuran nano. Penemuan ini dapat selanjutnya dikembangkan lagi untuk keperluan minyak non konsumsi, yang dibutuhkan untuk kepentingan perkembangan sumber energi.

        Penemuan kaca yang dapat berubah warna dari transparan menjadi gelap dalam kurun waktu 2 detik, berfungsi untuk keperluan kaca bagian belakang mobil, sehingga dapat menghindari pantuan yang kerap terlihat oleh para pengendara mobil.

        Kepala SMART Center, Chen Wen-chang, menyampaikan bahwa penemuan ini telah dipergunakan oleh kaca yang dipakai untuk pesawat terbang Boeing jenis 787. Ke depannya, kaca jenis ini juga dapat dipergunakan untuk bahan bangunan gedung bertingkat, sehingga diprediksi mampu menurunkan kebutuhan energi sebesar 20%.

        Chen Wen-chang mengatakan,  “Pada musim panas, maka akan terlihat lebih gelap, karena kaca dapat memantulkan sebagaian sinar matahari yang masuk. Untuk itu maka kita tidak perlu menyalakan pendingin suhu ruangan terlampau besar. Saat memasuki musim dingin, maka dapat dipadukan dengan listrik untuk membuat kaca lebih tranparan dan kita tidak perlu menyalakan pemanas ruangan terlampau tinggi. Ini adalah jenis penemuan kaca pintar, dan hanya membutuhkan waktu yang sangat singkat, hanya 2 detik dapat berubah warnanya.”

        Selain itu, untuk penemuan partikel nano penyerapan minyak dari rumput laut, Wakil Profesor Fakultas Kimia NTU, Wu Chia-wen, menjelaskan secara tradisional penyerapan minyak dari rumput laut akan banyak menghabiskan energi, karena harus melakukan pembelahan hingga ke dinding sel. Tetapi dengan penyerapan minyak hingga partikel nano, dengan pemaduan kimiawi dari oksida besi dan oksida silikon, maka dapat menghindari terjadinya kasus ‘minyak sampah’ kembali terulang.

Komentar

Terbarumore