History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Respon Antusias Platform Budaya ASEAN Yang Dibangun Taiwan

  • 17 November, 2015
  • Editor
Respon Antusias Platform Budaya ASEAN Yang Dibangun Taiwan
Respon Antusias Platform Budaya ASEAN Yang Dibangun Taiwan

(Taiwan-ROC) Kementerian Kebudayaan hari Selasa (17/11) mengelar jumpa pers dan mengumumkan, tanggal 22-23 November akan mengadakan serangkaian kegiatan forum guru besar seni yang mengundang pakar seni internasional ternama dari Thailand, Pichet Klunchun, dari Malaysia, Ramli Ibrahim dan Direktur Legend Lin Dance Theater, Lin Li-zhen, serta guru besar seni National Taiwan University dengan tema pembahasan“Terobosan tradisional - Suara baru dari inspirasi tua”; selain itu juga mengundang seniman ternama Jepang, Fukui Shohei yang akan membawakan tema “Perkembangan budaya kota berkesinambungan –bermula dari ide-ide pameran internasional dan olimpiade”melakukan pembicaraan dengan Menteri Kebudayaan, Hung Meng-chi.

Sekjen Kebudayaan, Zhou Ji-bei mengemukakan, setelah Kementerian Kebudayaan mendirikan platform kebudayaan 10 negara ASEAN, mendapat keyakinan dari anggota yang turut didalamnya, bahkan dengan antusias melalui internet memperkenalkan modus platform dan perencanaan terkait ASEAN dari kementerian kebudayaan pada dunia internasional ; bersamaan dengan itu, kementerian kebudayaan dalam waktu singkat telah mendapat undangan dari berbagai organsisasi yang berbeda, diharapkan Taiwan pada bulan Januari tahun depan sudah dapat mengikuti forum Budaya Benua Asia yang diselenggarakan di Laos, serta dapat berpartisipasi dalam pertemuana pakar Benua Asia dari Internasional Institute for Asian Studies (ILAS) pada tahun 2017 yang diselenggarakan di Thailand.

Zhou Ji-bei menegaskan, lingkungan yang bebas berkreatif yang disediakan Taiwan telah mendapat keyakinan dari pakar budaya Asia Tenggara, diharapkan melalui platform 10 kebudayaan ASEAN ini dapat meningkatkan pertukaran budaya Taiwan dengan negara-negara di Asia Tenggara.

Zhou Ji-bei mengatakan, “Dari sisi kesenian, kebebasan berkreatif terutama ruang lingkup bebas berinovasi, mereka beranggapan 10 negara ASEAN yang paling tidak dapat terabaikan, untuk itu mereka sepaham dengan Taiwan, pada awalnya, pandangan dari setiap mereka mengarah pada kerja sama bilateral, kemudian ditambah dengan pemikiran yang lebih mendalam dari Taiwan untuk menyediakan wadah bersama dengan 10 negara.     

Zhou Ji-bei menyampaikan, saat ini 10 negara ASEAN belum memiliki wadah kebudayaan bersama, meskipun Taiwan bukanlah anggota dari 10 negara ASEAN, tetapi diharapkan dengan mengundang  pakar-pakar budaya penting ASEAN berinteraktif seperti ini dapat dijadikan sebagai kekuatan lunak budaya Taiwan.

Komentar

Terbarumore