(Taiwan, ROC) Menjelang perayaan hari ibu, tenaga kerja wanita mendapat sorotan. Menurut survei yang dilakukan oleh perusahaan konsultan biro jasa, Manpower Group mengatakan, terdapat 44% responden perusahaan memberikan alasan tidak tahu atau tidak ada tindakan untuk mempertahankan karyawan wanita.
Hari ini, Manpower group mengumumkan hasil survei yang dilakukan terhadap 1.065 pemilik perusahaan Taiwan, dan hasil yang didapati memahami kondisi wanita di lapangan kerja.
Survei yang menunjukkan, perusahaan yang tetap mempertahankan karyawan wanita, ada 44% perusahaan yang tidak memiliki aturan atau cara untuk mempertahankan karyawan wanita; ada 37% perusahaan yang berupaya mengambil kebijakan untuk tetap mempertahankan karyawan wanita agar mereka dalam menyeimbangkan tugas pekerjaan dengan tugas rumah tangga, membangun cara kerja yang fleksibel, seperti pekerjaan per proyek, membagi tugas pekerjaan, pekerjaan paruh waktu sebagai metode untuk mempertahankan karyawan wanita.
Selain itu, ada 13% perusahaan menyediakan program pelatihan dan bimbingan untuk karyawan wanita, secara khusus membangun kebijakan perusahaan khusus untuk karyawan wanita; selebihnya 6% perusahaan mengambil cara lainnya.
Manpower Group mengatakan, secara global para perusahaan menghadapi masalah kekurangan tenaga yang trampil, perusahaan mencoba untuk mengeksplorasi bakat dari karyawan. Bahkan hasil survei secara global, wanita tidak saja merupakan sumber tenaga kerja trampil, dapat mempekerjakan karyawan wanita akan menjadikan perusahaan yang semakin berkompetitif.
Manpower Group mengatakan, meningkatkan jumlah karyawan wanita dan membangun metode untuk mempertahankan pekerja wanita trampil, ini merupakan tugas dari pemerintah dan swasta.