(Taiwan, ROC) – Dalam pertemuan Ma-Xi yang lalu, sebuah isu yang jadi perhatian presiden Republik Tiongkok Ma Ying-jeou yang disampaikan kepada pemimpin Xi adalah soal rudal yang mengarah ke Taiwan. Beberapa saat yang lalu dalam sebuah wawancara eksklusif di TVBS, beliau menyampaikan bahwa hal itu disampaikan dengan sikap yang tegas dan tidak lemah. Presiden juga menyampaikan, pada saat menyinggung soal “Konsititusi Republik Tiongkok”, Xi tidak terlihat merasa kurang nyaman.
Wawancara yang dilangsungkan tanggal 11 November yang lalu, kepala negara menyampaikan, Pertemuan Ma-Xi terbagi menjadi 3 tahap yaitu pembukaan, pertemuan resmi dan jumpa pers internasional, dalam setiap kesempatan itu beliau menyinggung Konsensus 92, Satu Tiongkok Berdasar Persepsi Masing-Masing, Konstitusi Republik Tiongkok dan Revisinya dimana hal ini sangat sulit terbayangkan sebelumnya.
Ma menuturkan, saat menyampaikan Konstitusi Republik Tiongkok dan revisinya, ia terus memperhatikan reaksi Xi Jin-ping dan ternyata tidak ada kesan kurang nyaman.
Berkaitan dengan rudal-rudal yang mengarah ke Taiwan, Ma menyampaikan bahwa awalnya dalam dokumen persiapan tidak menyinggung soal rudal, tapi diluar rancangan, tujuannya adalah agar pemimpin Daratan Tiongkok menghadapi kenyataan ini serta berharap agar mereka dapat menanggapi dengan baik, ini adalah yang pertama dalam sejarah atas nama presiden Republik Tiongkok dan pemimpin Taiwan menyampaikan kepada Bapak Xi. Presiden Ma menyampaikan : Kami menyampaikannya dengan serius, dari posisi kita, ini adalah hal yang sangat serius dan di waktu yang tepat, tidak ada kesan lemah.
Presiden menegaskan, sikap yang diambil dalam “Pertemuan Ma-Xi” adalah yang paling maksimal yang dapat dilakukan oleh Taiwan, ini adalah prestasi yang diraih dalam kunjungan kali ini, yaitu di depan Xi Jin-ping, menyampaikan sikap Republik Tiongkok dengan jelas.