(Taiwan, ROC) – Kandidat pemilu presiden dari partai KMT, Eric Chu telah tiba di bandara Los Angeles, Amerika, pada tanggal 10 November waktu setempat, guna melakukan serangkaian pertemuan yang dijadwalkan. Selain ratusan Tionghwa perantau yang menyambutnya di bandara, Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri DPR Amerika, Ed Royce dan anggota DPR Amerika keturunan Tionghwa, Judy Chu, secara khusus mendatangi hotel tempat Eric Chu menginap, untuk bertukar pendapat serta informasi terkait Pertemuan Ma-Xi, hubungan antar selat dan kerjasama Taiwan dan Amerika. Eric Chu sendiri juga segera menyampaikan keinginan Taiwan untuk bergabung dalam keanggotaan TPP untuk pembahasan tahap ke dua. Kedua anggota DPR ini sebelumnya juga sempat bertemu dengan kandidat pemilu presiden dari partai DPP, Tsai ing-wen, saat berkunjung ke Amerika.
Jumpa pers untuk Taiwan dan Amerika digelar bersamaan setelah Eric Chu tiba di Hotel, kegiatan ini juga dihadiri oleh walikota Los Angeles, Michael Antonovich. Dalam jumpa pers tersebut, Eric Chu saat bertemu dengan 2 anggota DPR Amerika tersebut tidak lupa menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan Kongres Amerika Serikat selama ini kepada Taiwan khususnya dalam mendukung keikutsertaan Taiwan dalam organisasi internasional, di antaranya ICAO, Interpol.
Eric Chu mengatakan, “Taiwan sangat peduli dapat kembali bermusyawarah dalam pembahasan tahap ke dua keanggotaan TPP. Ini memiliki hubungan yang sangat penting dengan masa depan perkembangan ekonomi Taiwan. Sementara itu untuk dapat masuk dalam tahap ke dua tersebut, salah satu di antaranya adalah Persetujuan Kerangka Investasi dan Perdagangan atau TIFA. Sehingga apa yang tengah kita jalankan saat ini berkenaan dengan TIFA juga merupakan rantai bagian yang sangat penting”
Di pihak lain, Wakil Juru Bicara Kemenlu Amerika, Mark Toner, menyatakan pengharapan atas kunjungan Eric Chu ke Amerika, yang dijadwalkan memiliki 2 hari agenda kunjungan ke Washington DC, guna melangsungkan pertemuan dengan Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih atau NSC, Wakil Menteri Luar Negeri, Antony Blinken, Asisten Sekretaris Kemenlu Urusan Asia Timur dan Pasifik, Daniel Russel, dan Deputi Asisten Sekretaris Kemenlu Urusan Asia Timur dan Pasifik Susan Thornton.