(Taiwan, ROC) – Sekelompok pakar yang peduli dengan masalah pertanahan yang akan dihadapi oleh Taiwan, membentuk aliansi sosial tanah Taiwan. Yang mana pada tanggal 10 November baru merilis konferensi pers menyampaikan deklarasi tanah Taiwan, isu yang diangkat meliputi pertemuan pembahasan pertanahan nasional, program pengembangan lahan berencana, telaah sistem pajak untuk harta tidak bergerak dan pertimbangan reformasi lainnya. Mereka menghimbau agar pemerintah dan setiap partai pemerintahan ikut memperhatikan dan segera mengambil tindakan agar setiap lahan Taiwan yang digunakan ataupun terbagi secara adil untuk mendapatkan kembali nilai dan makna lahan Taiwan.
Aliansi sosial lahan Taiwan mengemukakan, lahan adalah demokrasi politik, perlindungan hak asasi manusia, keadilan sosial, pelestarian budaya dan fondasi penting dalam perlindungan lingkungan, mereka menyebutkan 4 himbauan besar, meminta pemerintah dan partai pemerintahan agar mereformasi secara nyata, secara rasional memanfaatkan sumber daya tanah, pemerataan pembagian tanah serta menjaga kelestarian lingkungan yang berkelanjutan.
Ketua Koordinator Aliansi, Lee Chen-jai(李承嘉) mengatakan, “Pemerintah semestinya melalui tingkatan kementerian untuk mengintegrasikan industri, pemerintahan, akademisi, membuka pertemuan pembahasan lahan untuk menentukan kebijakan lahan; kedua, pemerintah semestinya segera menyusun “hukum dasar pertanahan” dan “hukum program lahan berencana” guna menyampaikan program pembangunan lahan Taiwan; ketiga, mengkaji penggunaan lahan secara menyeluruh perencanaan pemukiman, industri, pertanian maupun sumber daya alam, memperbaiki kondisi lingkungan perkotaan maupun pedesaan, meningkatkan daya saing di bidang industri; keempat, melalui tingkat kementerian mengkaji sistem perpajakan untuk harta tidak bergerak guna menstabilkan pasar real estate.”
Salah seorang professor universitas nasional Chengchi sekaligus anggota aliansi, Hsu Shih-jung(徐世榮) mengemukakan, jika masalah pertanahan bisa diselesaikan, maka persoalan sosial Taiwan akan berkurang sebagian besar. Hsu menekankan, tanah bukan produk dagangan akan tetapi sumber daya penting yang tidak boleh diabaikan, tidak hanya manfaatkan di sisi ekonomi saja, dengan uang menilai harga tanah, Ia mengharapkan hal yang disampaikan dalam aliansi sosial tanah Taiwan mampu membuat masyarakat Taiwan lebih mengenal pentingnya tanah dan menjadi kekuatan bagi langkah pemerintah membantu masyarakat menyelesaikan persoalan tanah.