(RTI/ANTARA) - Puluhan pengusaha Amerika Serikat yang tergabung dalam US-ASEAN Business Council (USABC) menyampaikan pujiannya atas komitmen pemerintah Indonesia dalam melakukan perbaikan iklim investasi.
Berdasarkan siaran pers Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang diterima di Jakarta, Rabu, Ketua Umum/President & CEO USABC Alexander C. Feldman, membawa sekitar 70 orang pengusaha pimpinan dari perusahaan-perusahaan AS yang antara lain bergerak di sektor teknologi informasi, migas, industri makanan dan minuman, manufaktur, serta keuangan.
Alexander menyampaikan bahwa pihaknya menyadari komitmen pemerintah Indonesia dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja untuk mencapai target dua juta lapangan kerja setiap tahunnya.
Amerika Serikat merupakan salah satu investor utama di Indonesia yang investasinya tumbuh 23 persen per tahun selama lima tahun terakhir.
Investasi negara Paman Sam berperan enam persen dari total penanaman modal asing (PMA) di Indonesia.
Ada pun lima sektor terbesar investasi AS adalah pertambangan senilai 7,2 miliar dolar AS, perdagangan/reparasi 258 juta dolar AS, industri makanan 167 juta dolar AS, industri alat angkut 142 juta dolar AS, dan industri kimia/farmasi 56 juta dolar AS.
Berdasarkan laporan Bank Dunia, Indonesia menempati peringkat 109 dari 189 negara yang disurvei mengenai kemudahan berusaha bagi perusahaan kecil dan menengah 2016. Pemeringkatan tersebut merupakan hasil dari survei sepanjang 2 Juni 2014-1 Juni 2015 di Jakarta dan Surabaya.